Tren kegemukan di sejumlah negara di Eropa dirasa peneliti sudah sampai pada taraf yang mengkhawatirkan. Begitu juga dengan makin banyaknya pasangan yang mengalami gangguan kesuburan.
Kondisi ini kemudian mendorong peneliti dari University Medical Centre Groningen untuk melakukan pengamatan terhadap 577 wanita dengan gangguan kesuburan sekaligus mengalami kelebihan berat badan maupun obesitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu dari empat partisipan yang mengalami penurunan bobot bisa mengandung, dan bila dibandingkan dengan mereka yang tidak ikut program kebugaran apapun tetapi bisa hamil perbandingannya hanya satu dari 10 partisipan.
Menariknya, bobot yang diturunkan partisipan untuk bisa hamil ternyata juga tidak begitu banyak, hanya berkisar 4 kg saja. Peneliti bahkan berkesimpulan hanya dengan perubahan gaya hidup selama enam bulan dan menghasilkan penurunan bobot sebanyak 4 kg saja, sudah meningkatkan peluang kehamilan partisipan sebanyak dua kali lipat.
Namun peneliti mencatat, pengaruh perubahan ini tampak begitu kuat pada wanita dengan siklus haid yang tidak lancar.
"Perubahan gaya hidup ini mendorong terjadinya konsepsi alami di tubuh wanita, khususnya bagi mereka yang memang siklus menstruasinya cenderung tidak lancar," ungkap peneliti Dr Anne Van Oers seperti dikutip dari siaran pers pertemuan tahunan European Society of Human Reproduction and Embryology 2016.
Baca juga: Pada Wanita, Olahraga Terlalu Berat Bisa Ganggu Kesuburan
Menanggapi studi ini, Stuart Lavery, konsultan ginekologi dari Hammersmith Hospital, Inggris mengatakan terkadang penurunannya tidak harus banyak, tetapi banyak orang yang kesulitan untuk mencapai berat badan ideal tersebut.
Pakar juga mengatakan, berat badan ideal ibu saat mengandung juga akan menguntungkan si calon bayi sehingga mereka terhindar dari beragam risiko seperti kegemukan maupun gangguan fisik lainnya kelak.
Baca juga: Pada Perempuan, Terlalu Gemuk Ancam Keselamatan Janin dalam Kandungan
(lll/vit)










































