Sebuah riset yang melibatkan 20.000-an wanita asal Denmark yang menjalani terapi kesuburan semisal IVF dan IUI (intraurine insemination) mengungkap, lebih dari separuh partisipan hampir selalu berhasil mengandung dalam kurun dua tahun selepas terapi.
Bahkan dalam tiga tahun, jumlahnya bisa bertambah hingga 65 persen dan 71 persen dalam lima tahun. Fakta ini diharapkan dapat memberikan dorongan dan motivasi untuk pasangan yang ingin segera menimang momongan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, peneliti mengingatkan, peluang kesuksesan ini sangat bergantung pada usia pasien. Pada pasien berusia di bawah 35 tahun, peluang punya anak dengan terapi kesuburan bisa mencapai 80 persen dalam lima tahun. Tetapi pada pasien berumur 35-40 tahun, peluangnya hanya 60 persen.
Sedangkan untuk wanita berumur di atas 40 tahun, mereka hanya memiliki peluang hamil dalam lima tahun dengan terapi kesuburan sebesar 26 persen.
Menariknya, peneliti juga menemukan, 57 persen pasien memang akhirnya berhasil memiliki keturunan berkat terapi kesuburan, tetapi 14 persen lainnya justru bisa hamil karena proses alami.
"Peluang untuk memiliki anak itu selalu ada, meskipun tidak secara alami. Sebagian besar kasus kemandulan juga bisa diatasi, tetapi usia memang menjadi faktor penting yang menentukan apakah treatment-nya berhasil atau tidak," tandas salah satu peneliti, Sarah Malchau dari Copenhagen University Hospital, seperti dilaporkan BBC.
Selain usia, Malchau juga menunjuk indeks massa tubuh (BMI) dan kebiasaan merokok sebagai faktor yang tidak bisa disepelekan. Menurutnya, wanita dengan BMI di bawah 30 dan tidak merokok memiliki peluang keberhasilan yang lebih besar.
"Perlu dicatat juga, Denmark memang memudahkan penduduknya untuk mengakses terapi kesuburan jadi wajar jika memang hasilnya lebih baik. Sedangkan negara lain tidak banyak yang seperti ini," imbuhnya.
Menanggapi studi ini, konsultan ginekologi dan direktur IVF Hammersmith at Hammersmith Hospital, Inggris, Stuart Lavery mengatakan, yang terpenting pasangan tidak boleh berhenti melakukan hubungan seksual atau konsepsi alami jika ingin memiliki keturunan.
"Jadi meskipun mulai mengikuti terapi ini, mereka tidak perlu menyerah dulu dan berhenti melakukan konsepsi alami. Karena banyak dari pasien yang sebenarnya hanya tertunda saja, bukan kesuburannya terganggu sama sekali," katanya.
Baca juga: Susah Punya Anak Berhubungan Juga dengan Pengaturan Waktu Makan (lll/vit)











































