Selasa, 16 Agu 2016 08:06 WIB

Cara Bijak Menghibur dan Memberi Dukungan pada Kerabat yang Keguguran

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Calon orang tua mana yang tak sedih ketika mendapati calon bayinya meninggal dunia. Ketika ada kerabat yang mengalami keguguran, sudah pasti keluarga akan memberi dukungan dan menghibur mereka. Namun, pastikan Anda bijak dalam melakukannya.

Psikolog keluarga Anna Surti Ariani MPsi, mengatakan ada baiknya keluarga memberi kesempatan pasangan tersebut untuk menangis. Bahkan, nangis bersama pun dikatakan wanita yang akrab disapa Nina ini tak masalah. Ini wajar karena anggota keluarga lain pastinya juga bisa merasakan kesedihan.

"Kalau mau ngomong usahakan kata-kata yang netral. Seperti 'aku turut kehilangan' atau 'aku ikut berduka cita'. Jangan ucapkan 'nanti juga ada gantinya'. Janin itu adalah seseorang dan tidak akan bisa tergantikan. Kayak ibu misalnya ketika sudah nggak ada apakah bisa digantikan? Anak juga gitu nggak mungkin digantikan sama orang lain," terang Nina saat berbincang dengan detikHealth baru-baru ini.

Selain itu, jangan katakan pula bahwa sekian persen ibu hamil akan mengalami keguguran. Meski secara medis data tersebut ada, namun ketika kalimat itu diucapkan pasca seseorang keguguran akan menimbulkan kesan merendahkan. Untuk itu, menurut Nina akan lebih baik jika katakan Adan turut mendoakan.

Baca juga: Ingat! Suami Juga Butuh Dukungan Setelah Istri Alami Keguguran

"Kalau kebetulan kita juga pernah mengalaminya bisa bilang "Eh anakmu udah dikasih nama belum? nanti anak kita bisa ketemu tuh dan main bareng di surga'. Atau kebetulan ayahnya yang sudah nggak ada, bisa katakan 'nanti ayahku bisa ngajak main anak kamu ya'. Kayak gitu bisa banget pada beberapa orang membuat dia lebih tenang saat masih sedih," tambah pemilik akun twitter @AnnaSurtiNina ini.

Menurut Nina, menangis ketika terjadi keguguran boleh-boleh saja. Sebab, pada dasarnya emosi negatif bukan untuk disimpan tetapi diekspresikan. Ibarat sebuah botol berisi air kotor, maka air tersebut harus dikeluarkan lebih dulu sebelum diisi air bersih. Lantas, bagaimana dengan penggunaan kata 'sabar' saat menghibur orang tersebut?

Menurut Nina, hal itu tergantung dari orang yang dihibur. Ada orang yang bisa lebih tenang ketika mendengar kata itu, atau justru, ketika diberi 'wejangan' untuk sabar ia malah kesal. Sebab, saat itu ia tahu bahwa memang kesabaran dibutuhkan untuk menghadapi situasi tersebut.

"Sensitiflah dengan kebutuhan dia. Kan Ada orang yang lagi sedih memang ingin menyendiri atau justru ingin ditemui. Untuk itu butuh sensitivitas kita. Kalau orangnya lagi butuh sendiri, ya kita jangan maksa untuk ketemu. Memaksa menghibur nggak selalu membantu kok. Jadi menghibur orang nggak mesti dipaksakan dan kita harus ada di sampingnya," pungkas ibu dua anak itu.

Baca juga: Ini Manfaat Mendengarkan Musik Sedih (rdn/vit)