ADVERTISEMENT

Sabtu, 20 Agu 2016 10:16 WIB

Minum Obat Pereda Nyeri Saat Hamil Dituding Bikin Anak Hiperaktif

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock
Bristol - Ibu hamil memang tidak boleh sembarangan minum obat jika bukan direkomendasikan oleh dokter yang bersangkutan. Namun pada kenyataannya, meski sudah diresepkan, konsumsi obat tertentu terbukti berdampak buruk bagi janin yang dikandungnya kelak.

Sebuah riset terbaru yang dilakukan sejumlah kampus, termasuk University of Bristol mengungkap, konsumsi obat pereda nyeri, yaitu acetaminophen dikaitkan dengan risiko gangguan perilaku pada anak-anak yang terpapar obat ini sejak masih dalam kandungan, di antaranya hiperaktivitas.

Acetaminophen sendiri merupakan obat pereda nyeri yang lazim dikonsumsi untuk meredakan sakit kepala dan demam. Selama bertahun-tahun obat ini dianggap aman bagi ibu hamil.

Pengamatan dilakukan terhadap 7.800 wanita yang tinggal di Bristol, Inggris dan mengonsumsi acetaminophen. Pengamatan kemudian dilanjutkan hingga tujuh tahun setelah mereka melahirkan.

"Untuk memastikannya, kami juga mengamati variabel lain seperti faktor genetik, keluarga atau faktor sosial lainnya," kata peneliti, Dr Evie Stergiakouli seperti dilaporkan ABC News.

Dari situ terbukti jika konsumsi acetaminophen selama kehamilan berperan langsung terhadap mekanisme biologis yang dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan perilaku pada anak-anaknya kelak, terlepas dari variabel lain yang mungkin berperan di dalamnya.

Peneliti mencatat, dibandingkan anak dari ibu yang tidak meminum acetaminophen, anak dari ibu yang mengonsumsi obat pereda nyeri ini berisiko 42 persen lebih tinggi untuk mengalami gangguan perilaku, 31 persen hiperaktif dan 29 persen mengalami masalah emosional.

Baca juga: Konsumsi Parasetamol Oleh Ibu Hamil Pengaruhi Kadar Testosteron Janin

Meski demikian, Stergiakouli memastikan bila ditotal, efek konsumsi acetaminophen terhadap janin relatif kecil, yaitu hanya berkisar 5 persen saja. "Tidak usah panik jika diresepkan obat ini untuk meredakan rasa sakit, sebab menghindarinya juga bisa berbahaya, apalagi jika si ibu memang sedang demam," pesannya.

Stergiakouli mengatakan ibu hamil yang demam tetapi tidak segera diobati juga bisa meningkatkan risiko kelahiran prematur.

Baca juga: Pertolongan Pertama untuk Ibu Hamil yang Sakit Kepala

Studi sebelumnya dilakukan di Australia dan memberikan kesimpulan serupa. Dikatakan bahwa mereka yang pernah meminum acetaminophen saat hamil berisiko 37 persen lebih tinggi mempunyai anak dengan gangguan hiperkinetik, bentuk parah dari ADHD (attention deficit hyperactivity disorder).

"Selain itu, dibandingkan dengan wanita yang tidak mengonsumsi acetaminophen, anak mereka juga mempunyai risiko 29 persen mendapatkan obat resep karena ADHD dan 13 persen di antaranya menunjukkan gangguan perilaku tersebut di usia tujuh tahun," tulis para peneliti dalam laporannya yang diterbitkan di Journal of American Medical Association (JAMA) Pediatrics.

Dipastikan lebih dari separuh responden mengatakan mereka mengonsumsi acetaminophen setidaknya satu kali selama hamil. (lll/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT