Kenali Plasenta Akreta: Saat Plasenta 'Menempel' Abnormal di Dinding Rahim

ADVERTISEMENT

Kenali Plasenta Akreta: Saat Plasenta 'Menempel' Abnormal di Dinding Rahim

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Jumat, 21 Okt 2016 13:00 WIB
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Tak selalu berjalan mulus, seringkali proses kehamilan harus dilalui dengan beberapa kondisi yang menimbulkan risiko tinggi, termasuk perdarahan. Salah satu kondisi risiko tinggi tersebut yakni plasenta akreta.

Menurut dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari Divisi Fetomaternal RSU Dr Soetomo Surabaya dan RS Pendidikan Universitas Airlangga, dr Khanisyah Erza Gumilar, SpOG atau dr Erza, plasenta akreta masih tergolong awam di kalangan masyarakat, padahal kelainan pada plasenta ini berisiko tinggi bagi ibu yang mengandung.

"Plasenta akreta adalah bentuk umum dari segala kelainan implantasi sebagian atau seluruh, dengan cara menginvasi dan atau menembus dinding rahim. Kondisi ini menimbulkan banyak komplikasi, terutama pada ibu," ungkap dr Erza kepada detikHealth.

Baca juga: Demam, Hilang Nafsu Makan dan 'Kuning' Saat Hamil? Bisa Jadi Kena Hepatitis B

Beberapa komplikasi tersebut dijelaskan oleh dr Erza di antaranya perdarahan masif dalam waktu singkat dan cedera pada kandung kemih. Jangan anggap enteng, perdarahan ini jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat juga bisa menimbulkan kematian ibu. Berdasarkan invasinya terhadap dinding rahim, plasenta akreta dibagi menjadi tiga yakni akreta, inkreta dan perkreta. Apa bedanya?

dr Erza menuturkan, suatu perlekatan plasenta dikatakan akreta jika melekat pada myometrium (otot polos rahim). Sementara itu, perlekatan inkreta terjadi jika plasenta tak cuma melekat tetapi juga sampai menembus myometrium. Kemudian plasenta perkreta terjadi ketika plasenta menembus dinding luar rahim, bahkan hingga ke organ sekitar terutama kandung kemih.

Lantas apa bedanya dengan plasenta previa, yang juga tak sedikit menyerang pada ibu hamil?

"Plasenta akreta biasanya menyertai plasenta previa (implantasi plasenta pada segmen bawah rahim). Gejala dari plasenta previa adalah perdarahan pada kehamilan, yang berusia lebih dari 7 bulan," imbuhnya.

Pada plasenta previa biasanya tidak disertai dengan nyeri dan keluarnya darah berwarna merah segar. Namun pada kasus plasenta perkreta, ada dilaporkan munculnya keluhan urine yang tercampur darah.

Punya pengalaman hamil dan berjuang melahirkan dengan plasenta akreta? Yuk berbagi pengalaman dengan pembaca detikHealth dan kirim cerita lengkapnya ke redaksi@detikhealth.com.

Baca juga: Kehamilan Pertama Sudah Preeklampsia, Apakah yang Kedua Bisa Kena Lagi?


(ajg/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT