ADVERTISEMENT

Minggu, 30 Okt 2016 13:00 WIB

Saran Dokter Agar Ibu Hamil Terhindar dari Anemia

Puti Aini Yasmin - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Anemia bisa terjadi pada siapa saja, termasuk ibu hamil. Terkait jumlah ibu hamil yang mengalami anemia, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menyebutkan 37,1 persen ibu hamil di Indonesia terkena anemia.

"Jumlah ibu hamil di Indonesia yang mengalami anemia memang cukup tinggi. Biasanya karena pola makan yang salah sehingga memengaruhi sel darah merah," tutur dr Yustina Anie Indriastuti, MSc, SpGK, wakil ketua Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PGMI).

dr Anie menjelaskan pola makan yang dimaksud adalah kurangnya konsumsi zat besi. Ia pun menyarankan ibu hamil untuk mengonsumsi zat besi yang berasal dari hewani. Kemudian, di bawah pengawasan dokter, ibu hamil mengonsumsi suplemen penambah darah misalnya dengan dosis satu kali sehari.

Baca juga: Kenali Gejala Awal 5L untuk Atasi Anemia

Hal tersebut ia sampaikan di acara Indonesia Bebas Anemia 'Sehat Tanpa Anemia untuk Indonesia yang Lebih Produktif' di Atrium Hall, Pejaten Village, Jl Warung Buncit, Jakarta Selatan, Sabtu (29/10/2016).

"Sebaiknya juga tidak mengonsumsi minuman seperti teh, kopi dan susu langsung setelah makan. Karena, mengonsumsi minuman tersebut dapat mempersulit penyerapan zat besi pada tubuh," kata dokter yang juga praktik di RS St. Carolus ini.

Kepada detikHealth beberapa waktu lalu, dr Arietta Pusponegoro SpOG(K) dari RS Cipto Mangunkusumo menuturkan jika ibu hamil anemia, maka si bayi bisa mengalami anemia yang lebih parah. dr Arietta mengungkapkan, anemia merupakan kondisi tubuh yang kekurangan zat besi yang bertugas mengantar oksigen di dalam darah. Ketika zat besi di tubuh ibu kurang, maka oksigen yang dikirimkan ke bayi kurang.

"Nanti takutnya anaknya jadi kurang pintar," ujar dr Arietta.

Efek anemia lainnya yakni bayi memiliki berat badan lahir yang rendah. Jika ibu mengalami anemia kronis, bisa terjadi kardiomegali di mana jantung mengalami pembesaran karena jantung lebih kuat memompa darah yang akan dialirkan ke seluruh tubuh.

Pada aktivitas menyusui, anemia yang dialami ibu bisa membuat kualitas ASI kurang baik. Kemudian ibu jadi mudah lemas, lelah, letih, lesu apalagi mengingat kondisi ibu yang masih lelah setelah melahirkan. (rdn/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT