Agar Bayi Lahir Sehat, Hindari Makan Berlebihan dan Kegemukan Saat Hamil

Agar Bayi Lahir Sehat, Hindari Makan Berlebihan dan Kegemukan Saat Hamil

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Kamis, 03 Nov 2016 18:05 WIB
Agar Bayi Lahir Sehat, Hindari Makan Berlebihan dan Kegemukan Saat Hamil
Foto: thinkstock
Jakarta - Sedang hamil bukan berarti lantas Anda diharuskan makan porsi dobel alias dua kali dari biasanya. Jika demikian, Anda justru bisa kegemukan. Efek buruknya anak pun kelak jadi lebih berisiko terkena penyakit.

Ya, studi terbaru mengungkapkan bahwa jika sejak dalam kandungan bayi sudah 'disuapi' terlalu banyak asupan, ia bisa ikut kegemukan dan risiko terkena penyakit saat dewasa pun menjadi tinggi.

Studi ini menunjukkan bahwa tingkat yang lebih tinggi dari penanda darah di tali pusat menunjukkan bahwa bayi memiliki lebih banyak lemak. Kondisi ini akan menetap sampai akhir masa kecil dan awal masa remaja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penulis utama Joy Simpson dari University of Glasgow mengatakan bahwa berat lahir positif berhubungan dengan massa lemak, lingkar pinggang dan indeks massa tubuh anak pada usia 9 dan 17 tahun.

Baca juga: Hendak Makan Buah, Baiknya Sebelum atau Sesudah Makan Berat?

"Kelebihan gizi pada janin berpengaruh terhadap pertumbuhan janin dan akresi lemak, sebagaimana ditentukan oleh leptin dan berat lahir. Kondisi ini juga dapat bertahan sampai anak memasuki masa anak-anak dan remaja," tutur Simpson, seperti dikutip dari Science Daily dan telah dipublikasikan dalam pertemuan tahunan Endocrine Society di Boston.

Sementara itu, menurut dr Verawati S., SpGK atau dr Vera dari RS Kemang Medical Care (KMC), saat hamil pertambahan berat badan sewajarnya memang akan terjadi. Ini karena ada beberapa penambahan di dalam tubuh wanita. Namun bukan berarti berat badan ibu boleh naik sebanyak-banyaknya. Jika naiknya berlebihan, tetap ada konsekuensinya.

"Ibu yang memulai kehamilan dengan berat badan obesitas, atau yang naiknya berlebihan, efeknya ibu jadi lebih gampang depresi, cemas, gula darahnya tinggi. Berisiko besar mengalami diabetes gestasional dan hipertensi preeklampsia," tutur dr Vera.

Sementara bagi janin, berat badan ibu yang berlebihan selama kehamilan mengakibatkan anak berisiko mengalami kongenital anomalis dan bayi lahir besar. Efeknya, anak kelak berisiko tinggi mengalami diabetes, obesitas dan penyakit jantung saat dewasa. "Janin juga lebih berisiko lahir prematur jika selama kehamilan berat badan ibu naik terlalu banyak," imbuhnya. (ajg/up)

Berita Terkait