Nah, secara tidak sengaja melahirkan dalam posisi jongkok pernah dialami oleh salah satu pembaca detikHealth, Eliyah (44). Saat itu, tanggal 26 Maret 2007, ia melahirkan anak keempatnya, Bastian (9). Eliyah mengisahkan, saat itu memang dirinya tidak tahu jiak akan melahirkan.
"Waktu itu sekitar jam 4 pagi saya mau bersihin kamar mandi. Habis bersihin kamar mandi, tiba-tiba mules. Saya pikir biasalah kalau pagi kan memang rutin Buang Air Besar (BAB). Benarlah saat itu BAB," kata Eliyah saat berbincang dengan detikHealth.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Posisi kepala Bastian waktu itu menghadap ke WC soalnya jidatnya mentok di WC. Refleks diangkat sama suami saya. Karena licin refleks juga bayinya disiram air. Sedangkan, anak pertama saya langsung manggil bidan," kata Eliyah.
|
Sementara, anak kedua Eliyah, Herni yang kala itu berusia 16 tahun shock melihat ibunya tiba-tiba melahirkan. Meski begitu, Herni berusaha membantu ibunya membersihkan darah yang bercecer dari kamar mandi ke ruang tamu sembari menunggu bidan datang.
"Setelah bidan datang, kondisi ibu sama adik saya dicek, baik-baik saja, ya udah saya berangkat sekolah, bapak saya juga berangkat kerja. Ibu saya juga udah mulai bisa beraktivitas," kata Herni.
Baca juga: 3 Kondisi yang Membuat Persalinan Terasa Begitu Nyeri
Menanggapi hal ini, dr Khanisyah Erza Gumilar, SpOG dari Divisi Fetomaternal RSUD Dr Soetomo Surabaya dan RS Pendidikan Universitas Airlangga mengatakan pada prinsipnya, persalinan normal atau fisiologis adalah proses melahirkan bayi secara alami melalui jalan lahir (vagina) pada kehamilan risiko rendah.
Nah, dikatakan dr Erza, cara bersalin normal yang nyaman adalah sesuai dengan keinginan ibu. Untuk itu, menurutnya tidak ada posisi tertentu yang lebih baik daripada yang lainnya.
Namun, untuk memudahkan penolong ketika membantu persalinan, misalkan terjadi sesuatu yang membutuhkan manuver dari penolong, maka dipilihlah posisi telentang dengan mengangkang (litotomi).
"Itulah alasan mengapa persalinan 'selalu' dianjurkan dalam posisi litotomi," kata dr Erza saat berbincang dengan detikHealth.
Nah, soal bersalin dengan posisi jongkok, dikatakan dr Erza pada prinsipnya ibu diposisikan berjongkok dengan kedua kaki diberi alas yang lebih tinggi. Dengan begitu, kepala bayi tidak langsung menyentuh dasar pada saat ibu mengejan.
Baca juga: Dokter: Tubuh Wanita 'Dirancang' Tahan Menghadapi Nyeri Melahirkan
"Untuk memberi kenyamanan saat bersalin dengan posisi jongkok, sebagian ibu diberikan 'pegangan' seperti bola agar posisi badan tidak terlalu lelah," ujar dr Erza.
Nah, bagi Anda para pembaca yang memiliki pengalaman melahirkan dalam posisi jongkok, silakan membagikan pengalaman Anda melalui email ke redaksi@detikhealth.com. Tak hanya para ibu, para suami atau Anda yang pernah melihat salah satu anggota keluarganya melahirkan dalam posisi jongkok, boleh juga lho berbagi kisahnya. (rdn/vit)












































Foto: dok.pribadi