Disampaikan oleh dr Khanisyah Erza Gumilar, SpOG atau dr Erza, sampai saat ini penyebab pasti AFLP belum diketahui. Namun demikian, penyakit ini ditengarai muncul karena adanya kelainan genetik yang bersifat autosomal resesif.
Dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari Divisi Fetomaternal RSU Dr Soetomo Surabaya dan RS Pendidikan Universitas Airlangga ini menjelaskan bahwa perlu diketahui mtasi genetik menyebabkan terjadinya defisiensi enzim long-chain 3-hydroxyacil coenzyme dehydrogenase atau LCHAD.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah, defisiensi enzim LCHAD berhubungan dengan komplikasi yang berat seperti perlemakan hati, kadar gula yang rendah, gangguan pembekuan darah, koma bahkan meninggal dunia. Jadi dapat disimpulkan AFLP adalah masalah kelainan genetik," tuturnya kepada detikHealth.
Namun demikian, bukan berarti lantas menjaga pola makan dan rutin olahraga tak lagi penting bagi ibu hamil. Meskipun risiko AFLP tetap bisa ada, namun pola hidup sehat tetap menjadi kunci untuk menjaga kesehatan ibu dan janin.
Perlu diketahui juga bahwa gejala kuning pada ibu hamil seringkali juga bisa menjadi gejala dari hepatitis B. Selain kuning, gejala khas tersebut di antaranya demam, penurunan nafsu makan dan kulit tampak menguning.
Untuk memastikan lebih lanjut, jika sudah muncul tanda-tanda tersebut dianjurkan ibu hamil untuk segera konsultasi ke dokter dan melakukan cek darah sesuai anjuran dokter.
Baca juga: Demam, Hilang Nafsu Makan dan 'Kuning' Saat Hamil? Bisa Jadi Kena Hepatitis B
(ajg/vit)











































