Nah, dirangkum dari berbagai sumber, inilah fakta-fakta soal kehidupan seks di masa-masa kehamilan yang perlu diketahui, tak hanya oleh istri tapi juga para suami.
Baca juga: Perhatikan Dulu Hal Ini Jika Ingin Bercinta Saat Istri Hamil Muda
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Istri makin bergairah saat hamil
|
Foto: thinkstock
|
"Hal ini disebabkan karena berbagai penyebab. Di antaranya adalah perubahan hormon saat kehamilan, makin besarnya payudara dan daerah kemaluan luar," tutur dr Hari.
Selain itu, dr Hari juga mengatakan makin tingginya darah yang dialirkan di payudara dan kelamin luar bisa berakibat pada makin sensitiflah area tersebut. Akibatnya, rangsangan di daerah tersebut juga terasa makin baik dibanding saat tidak hamil.
2. Bisakah ibu alami orgasme saat tidur?
|
Foto: thinkstock
|
"Kemudian akan lebih banyak pelumasan vagina yang dihasilkan sehingga ketika Anda tidur, mengalami mimpi yang amat erotis secara intens di trimester kedua dan ketiga kehamilan, bisa saja membuat Anda secara tidak sadar mengalami orgasme saat tidur," tutur Millheiser.
3. Penis tidak akan 'menyodok' janin saat berhubungan intim
|
Foto: thinkstock
|
"Jadi nggak mungkin kalau penisnya sampai menyodok si janin. Lagipula panjang penis tiap pria kan berbeda, begitu juga kedalaman vagina pada wanita berbeda. Kalau dirasa perut terasa tidak nyaman ketika bercinta, pada beberapa ibu hamil memang bisa seperti itu kemungkinan karena rahim kan agak turun akibat gravitasi," tutur dr Hari.
4. Kehamilan juga bisa pengaruhi gairah seks si ayah
|
Foto: thinkstock
|
Untuk mengatasi ini, Begg menyarankan istri untuk berbicara dengan suami dan saling berbagi tentang perasaan mereka. Bahkan jika istri ingin bercinta, coba yakinkan suami bahwa hubungan intim yang dilakukan saat kehamilan akan baik-baik saja.
5. Kaitan bercinta di trimester ketiga dengan lancarnya persalinan
|
Foto: Thinkstock
|
Menurut dr Andri, memang tidak masalah berhubungan intim saat usia kehamilan istri masuk trimester akhir (trimester ke-3). Tapi dengan syarat, posisi hubungan intim tidak boleh sampai menekan perut dan kandungan istri.
Halaman 2 dari 6










































