Fakta Soal Hubungan Seks Saat Hamil yang Perlu Diketahui (1)

Fakta Soal Hubungan Seks Saat Hamil yang Perlu Diketahui (1)

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Selasa, 13 Des 2016 18:31 WIB
Fakta Soal Hubungan Seks Saat Hamil yang Perlu Diketahui (1)
Foto: thinkstock
Jakarta - Kehamilan merupakan salah satu kondisi yang bisa memengaruhi kehidupan seksual wanita. Tak heran, berbagai perubahan kerap dialami wanita terkait dengan kehidupannya di ranjang.

Nah, dirangkum dari berbagai sumber, inilah fakta-fakta soal kehidupan seks di masa-masa kehamilan yang perlu diketahui, tak hanya oleh istri tapi juga para suami.

Baca juga: Perhatikan Dulu Hal Ini Jika Ingin Bercinta Saat Istri Hamil Muda

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


1. Istri makin bergairah saat hamil

Foto: thinkstock
dr Hari Nugroho SpOG dari RSUD Dr Soetomo Surabaya mengatakan dorongan untuk berhubungan intim saat kehamilan seringkali meningkat, meskipun hal ini bisa berbeda pada setiap individu.

"Hal ini disebabkan karena berbagai penyebab. Di antaranya adalah perubahan hormon saat kehamilan, makin besarnya payudara dan daerah kemaluan luar," tutur dr Hari.

Selain itu, dr Hari juga mengatakan makin tingginya darah yang dialirkan di payudara dan kelamin luar bisa berakibat pada makin sensitiflah area tersebut. Akibatnya, rangsangan di daerah tersebut juga terasa makin baik dibanding saat tidak hamil.

2. Bisakah ibu alami orgasme saat tidur?

Foto: thinkstock
Leah Millheiser, MD, direktur female sexual medicine program di Stanford University Medical Center mengatakan dorongan seks saat ibu hamil dipengaruhi perubahan hormon. Meningkatnya estrogen dan bertambahnya aliran darah ke alat kelamin selama kehamilan bisa membuat ibu mengalami mimpi yang amat erotis.

"Kemudian akan lebih banyak pelumasan vagina yang dihasilkan sehingga ketika Anda tidur, mengalami mimpi yang amat erotis secara intens di trimester kedua dan ketiga kehamilan, bisa saja membuat Anda secara tidak sadar mengalami orgasme saat tidur," tutur Millheiser.

3. Penis tidak akan 'menyodok' janin saat berhubungan intim

Foto: thinkstock
Menurut dr Hari, pemikiran jika penetrasi ketika berhubungan intim maka penis akan 'menyodok' janin, cukup masuk akal. Walaupun kenyataannya penis hanya bisa menyentuh ke leher rahim. Lagipula, bayi berada di dalam rahim dan terlindungi cairan ketuban.

"Jadi nggak mungkin kalau penisnya sampai menyodok si janin. Lagipula panjang penis tiap pria kan berbeda, begitu juga kedalaman vagina pada wanita berbeda. Kalau dirasa perut terasa tidak nyaman ketika bercinta, pada beberapa ibu hamil memang bisa seperti itu kemungkinan karena rahim kan agak turun akibat gravitasi," tutur dr Hari.

4. Kehamilan juga bisa pengaruhi gairah seks si ayah

Foto: thinkstock
Pakar kesehatan masyarakat Donna Begg menyatakan ketika istri hamil, kekhawatiran jika hubungan intim dapat membahayakan bayi juga bisa membayangi si ayah. Akibatnya, karena terlalu cemas suami pun enggan berhubungan intim.

Untuk mengatasi ini, Begg menyarankan istri untuk berbicara dengan suami dan saling berbagi tentang perasaan mereka. Bahkan jika istri ingin bercinta, coba yakinkan suami bahwa hubungan intim yang dilakukan saat kehamilan akan baik-baik saja.

5. Kaitan bercinta di trimester ketiga dengan lancarnya persalinan

Foto: Thinkstock
"Memang ada beberapa laporan ilmiah bahwa kontraksi saat orgasme, punya kontibusi pada lancarnya persalinan normal kelak," tegas pengamat kesehatan seksual dr Andri Wanananda MS.

Menurut dr Andri, memang tidak masalah berhubungan intim saat usia kehamilan istri masuk trimester akhir (trimester ke-3). Tapi dengan syarat, posisi hubungan intim tidak boleh sampai menekan perut dan kandungan istri.
Halaman 2 dari 6
dr Hari Nugroho SpOG dari RSUD Dr Soetomo Surabaya mengatakan dorongan untuk berhubungan intim saat kehamilan seringkali meningkat, meskipun hal ini bisa berbeda pada setiap individu.

"Hal ini disebabkan karena berbagai penyebab. Di antaranya adalah perubahan hormon saat kehamilan, makin besarnya payudara dan daerah kemaluan luar," tutur dr Hari.

Selain itu, dr Hari juga mengatakan makin tingginya darah yang dialirkan di payudara dan kelamin luar bisa berakibat pada makin sensitiflah area tersebut. Akibatnya, rangsangan di daerah tersebut juga terasa makin baik dibanding saat tidak hamil.

Leah Millheiser, MD, direktur female sexual medicine program di Stanford University Medical Center mengatakan dorongan seks saat ibu hamil dipengaruhi perubahan hormon. Meningkatnya estrogen dan bertambahnya aliran darah ke alat kelamin selama kehamilan bisa membuat ibu mengalami mimpi yang amat erotis.

"Kemudian akan lebih banyak pelumasan vagina yang dihasilkan sehingga ketika Anda tidur, mengalami mimpi yang amat erotis secara intens di trimester kedua dan ketiga kehamilan, bisa saja membuat Anda secara tidak sadar mengalami orgasme saat tidur," tutur Millheiser.

Menurut dr Hari, pemikiran jika penetrasi ketika berhubungan intim maka penis akan 'menyodok' janin, cukup masuk akal. Walaupun kenyataannya penis hanya bisa menyentuh ke leher rahim. Lagipula, bayi berada di dalam rahim dan terlindungi cairan ketuban.

"Jadi nggak mungkin kalau penisnya sampai menyodok si janin. Lagipula panjang penis tiap pria kan berbeda, begitu juga kedalaman vagina pada wanita berbeda. Kalau dirasa perut terasa tidak nyaman ketika bercinta, pada beberapa ibu hamil memang bisa seperti itu kemungkinan karena rahim kan agak turun akibat gravitasi," tutur dr Hari.

Pakar kesehatan masyarakat Donna Begg menyatakan ketika istri hamil, kekhawatiran jika hubungan intim dapat membahayakan bayi juga bisa membayangi si ayah. Akibatnya, karena terlalu cemas suami pun enggan berhubungan intim.

Untuk mengatasi ini, Begg menyarankan istri untuk berbicara dengan suami dan saling berbagi tentang perasaan mereka. Bahkan jika istri ingin bercinta, coba yakinkan suami bahwa hubungan intim yang dilakukan saat kehamilan akan baik-baik saja.

"Memang ada beberapa laporan ilmiah bahwa kontraksi saat orgasme, punya kontibusi pada lancarnya persalinan normal kelak," tegas pengamat kesehatan seksual dr Andri Wanananda MS.

Menurut dr Andri, memang tidak masalah berhubungan intim saat usia kehamilan istri masuk trimester akhir (trimester ke-3). Tapi dengan syarat, posisi hubungan intim tidak boleh sampai menekan perut dan kandungan istri.

(rdn/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads