Rabu, 21 Des 2016 07:01 WIB

Ini Perubahan yang Terjadi pada Otak Wanita Saat Hamil

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Perubahan secara fisik atau psikis lumrah dialami wanita yang sedang mengandung. Tapi jangan salah, selain mood atau kondisi fisik, otak si ibu juga mengalami perubahan lho.

Adalah sebuah studi yang dilakukan peneliti di Universitat Autonoma de Barcelona dan Leiden University yang menemukan bahwa terjadi perubahan struktural pada otak ibu selama mengandung. Perubahan ini dialami si ibu bahkan sampai setelah 2 tahun ia melahirkan.

Untuk studi ini, peneliti melihat scan otak 25 wanita yang merupakan ibu baru. Scan dilakukan sebelum mereka hamil, segera setelah melahirkan, dan dua tahun setelah melahirkan. Hasil scan otak dibandingkan dengan 19 pria yang baru menjadi ayah, 17 pria yang belum punya anak, dan 20 wanita yang belum pernah melahirkan.

Baca juga: Hamil Bukan Berarti Makan 2 Kali Lipat, Begini Nutrisi yang Tepat

"Kami menemukan ada pengurangan materi abu-abu di otak ibu yang baru hamil pertama kali. Perlu diketahui bahwa perubahan materi abu-abu terlibat dalam interaksi sosial di mana perubahan itu dipakai untuk menghubungkan pikiran dan perasaan kepada orang lain yang disebut theory of mind," tutur salah satu peneliti, Elseline Hoekzema.

Dilansir BBC, perubahan ini bisa membawa keuntungan bagi ibu baru di antaranya membantu mereka mengenali kebutuhan anaknya, lebih menyadari ancaman sosial yang potensial, dan lebih lekat dengan sang anak. Sementara, dalam eksperimen lain, para ibu ditunjukkan foto bayi mereka dan bayi orang lain.

Kemudian, aktivitas otak para ibu direkam. Diketahui, bagian otak yang menyala saat ibu melihat foto bayi mereka cocok dengan daerah yang mengalami pengurangan materi abu-abu. Sedangkan, wilayah yang sama tidak menyala ketika ibu melihat foto bayi lainnya.

"Kami berspekulasi bahwa pengurangan volume materi abu-abu selama kehamilan merupakan proses spesialisasi atau pematangan lebih lanjut dari theory of mind. Selain itu, perubahan ini juga bisa memiliki tujuan adaptif jelang wanita menjalani peran barunya sebagai ibu," papar Hoekzema.

Hasil studi yang diterbitkan dalam Nature Neuroscience ini menemukan bahwa semua ibu hamil mengalami perubahan tersebut, baik ketika mereka hamil melalui pembuahan alami atau prosedur bayi tabung.

Baca juga: Studi: Komplikasi Saat Hamil Mungkin Tingkatkan Risiko Anak Autis

(rdn/up)