Garam meja, yang secara kimia dikenal sebagai natrium klorida, terdiri dari sekitar 40 persen natrium. Diperkirakan setidaknya setengah dari orang dengan hipertensi memiliki tekanan darah yang dipengaruhi oleh konsumsi natrium.
Kondisi ini dikenal sebagai sensitivitas terhadap garam. Risiko sensitivitas terhadap garam juga dapat meningkat seiring bertambahnya usia. Menurut Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, konsumsi natrium sebaiknya dibatasi kurang dari 2.300 mg per hari, atau sekitar 1 sendok teh garam.
Namun, rata-rata konsumsi natrium harian masyarakat Amerika Serikat mencapai sekitar 3.400 mg, jauh lebih tinggi dari batas yang direkomendasikan. Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI menganjurkan konsumsi natrium 2.000 mg per hari, setara dengan sekitar 5 gram garam atau 1 sendok teh.
Sebagian besar natrium dalam makanan tidak hanya berasal dari garam yang ditambahkan saat memasak atau makan. Natrium juga banyak ditemukan dalam makanan kemasan dan makanan yang disajikan di restoran.
Natrium ditambahkan ke berbagai produk pangan untuk meningkatkan rasa, sekaligus sebagai bagian dari bahan pengawet dan bahan tambahan pangan tertentu.
(suc/suc)