Gelandang Denmark Eriksen 'Kolaps' Lagi, Terselamatkan oleh Alat Ini

Gelandang Denmark Eriksen 'Kolaps' Lagi, Terselamatkan oleh Alat Ini

detikHealth
Senin, 08 Jun 2026 12:15 WIB
Devandra Abi Prasetyo
Ditulis oleh:
Devandra Abi Prasetyo
Lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fans Manchester United yang juga eks pesepakbola semi-profesional. Banyak menulis soal olahraga dari sudut pandang hidup sehat.
Soccer Football - International Friendly - Denmark v Ukraine - Odense, Denmark - June 7, 2026 Denmarks Christian Eriksen during the match before he later collapsed on the pitch Bo Amstrup/Ritzau Scanpix via REUTERS      ATTENTION EDITORS - THIS IMAG
Christian Eriksen (Foto: via REUTERS/Ritzau Scanpix Denmark)
Jakarta -

Christian Eriksen kolaps lagi di tengah pertandingan. Gelandang Denmark itu sempat tak sadarkan diri meski cuma sesaat sebelum mampu bangkit dan berjalan menuju ambulans.

Eriksen tampil dalam laga uji coba Denmark kontra Ukraina, Senin (8/6/2026) dini hari WIB. Pada menit ke-65, pemain Wolfsburg itu sempat terlihat memegangi dadanya sebelum ambruk pada menit ke-65.

Mengutip media Denmark, Aljazeera melaporkan Eriksen dalam kondisi sadar setelah kejadian tersebut. Ia juga sanggup berjalan sendiri ke ambulans.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Christian baik-baik saja dan meninggalkan lapangan sendiri. Seperti saya lihat, pacu jantungnya bekerja sebagaimana mestinya," kata Morten Boesen, dokter tim yang menanganinya.

ADVERTISEMENT

"Dia sekarang akan diperiksa di rumah sakit untuk mencari tahu apa penyebab insiden tersebut," lanjutnya.

Insiden tersebut merupakan kali kedua dalam lima tahun terakhir pemain berusia 34 tahun itu pingsan saat pertandingan.

Pada tahun 2021, Eriksen mengalami serangan jantung saat pertandingan kejuaraan Eropa di Kopenhagen dan diberi pertolongan pertama berupa CPR (resusitasi jantung paru) untuk menyelamatkan nyawanya.

Pakai ICD sejak 2021

Pada pertengahan Juni 2021, atau setelah insiden henti jantung (cardiac arrest) di ajang EURO, Eriksen dan keluarga mengambil keputusan medis untuk memasang Implantable Cardioverter Defibrillator (ICD).

Pemasangan ICD tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan agar jantungnya tetap berfungsi normal dan mendeteksi serta mengatur kembali irama jantung jika terjadi gangguan di masa depan.

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan RI, ICD pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan alat pacu jantung (pacemaker) yaitu mengembalikan fungsi ketika terjadi gangguan irama jantung.

ICD adalah sebuah alat berukuran kecil yang ditanam di dalam dada untuk mengembalikan irama jantung yang tidak normal.

Perangkat ICD mempunyai baterai yang dapat bertahan hingga 8 tahun, bergantung pada frekuensi kerja alat tersebut. Perangkat ini bekerja dengan cara menghasilkan impuls listrik kejut untuk mengatasi irama jantung tidak normal menjadi kembali normal, sehingga memulihkan fungsi jantung.

ICD ditanam di bawah kulit, biasanya pada daerah di bawah tulang selangka pada bagian dada dengan prosedur operasi kecil dengan bius lokal.

Halaman 3 dari 2
(dpy/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads