Jude Bellingham menjadi salah satu pemain yang paling mencuri perhatian di Piala Dunia 2026. Bukan hanya karena kemampuan mengolah bola atau visi bermainnya, gelandang timnas Inggris itu juga dikenal memiliki stamina luar biasa.
Setidaknya, selama 90 menit pertandingan dengan intensitas tinggi, Bellingham nyaris tak terlihat kehabisan tenaga, padahal usianya baru 23 tahun. Ia seakan mengisi semua ruang di lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rahasia Napas Kuda Bellingham
Pemain bernomor punggung 10 di Timnas Inggris ini memang dikenal eksplosif di lapangan. Ia juga menunjukkan tingkat ketenangan dan kedewasaan di lapangan yang melampaui usianya.
Dikutip dari Goal, kemampuan atletik dari Bellingham bisa dikatakan di atas rata-rata pemain elit di levelnya.
Bellingham rutin melakukan aktivitas aerobik kardiovaskular untuk membuat jantungnya lebih kuat. Dengan memiliki jantung yang lebih kuat, jantung tidak perlu berdetak lebih cepat untuk memompa darah.
Beberapa menu latihan yang dilakukannya adalah berlari, bersepeda, mengangkat lutut tinggi, lari cepat, sesi operan satu sentuhan, latihan bola basket, dan lari halang rintang.
Bellingham melakukan latihan kekuatan untuk meningkatkan daya otot, meningkatkan kekuatan secara keseluruhan, dan mengurangi risiko cedera. Latihan gabungan seperti bulgarian split squat, single leg box jump, prowler push, pendlay row, deadlift, dan bench press sering dilakukannya.
Ia membutuhkan kecepatan dan kelincahan yang cepat untuk bergerak di lapangan secara efisien. Rutinitas latihan Bellingham mencakup latihan dan gerakan yang berfokus pada gerakan cepat dan tepat untuk meningkatkan kecepatan kaki, kelincahan, akselerasi, dan perubahan arah yang cepat.
Bellingham juga memiliki serangkaian latihan andalan yang meliputi lunges, pull-ups, squat menggunakan mesin, box jumps, lying leg raises, single-side plank, plank, crunches, leg extensions, squats, dan nordic hamstring curls.
Tidur Cukup usai Latihan
Tidak hanya latihan intens, Bellingham juga memprioritaskan istirahat yang cukup demi pemulihan otot dan mengembalikan performa. Bellingham memastikan dia mendapatkan tidur yang cukup setiap malam, dengan target 7-9 jam istirahat yang berkualitas.
Hal ini penting karena kurang tidur dapat berdampak pada penurunan stamina, kecepatan reaksi, koordinasi, hingga kemampuan mengambil keputusan di lapangan.
Selama tidur, tubuh meningkatkan pelepasan hormon pertumbuhan (growth hormone) yang berperan dalam memperbaiki jaringan otot, membangun kembali cadangan energi, serta membantu proses adaptasi tubuh terhadap latihan.
Untuk meminimalkan risiko cedera, Bellingham berfokus pada pemanasan dan pendinginan yang tepat sebelum dan sesudah setiap sesi latihan. Ia juga memasukkan latihan mobilitas dan peregangan ke dalam rutinitas hariannya.
Simak Video "Video: Meksiko Perketat Pengawasan Ebola Jelang Piala Dunia 2026"
[Gambas:Video 20detik] (dpy/up)











































