Ferran Torres menjadi pahlawan Timnas Spanyol di final Piala Dunia 2026. Gol tunggalnya di babak perpanjangan waktu membawa Spanyol mengalahkan Argentina dengan skor 1-0.
Alhasil, Spanyol merengkuh trofi juara dunia keduanya, setelah yang pertama di 2010 alias 16 tahun lalu. Spanyol juga 'mengawinkan' gelar juara Piala Dunia 2026 ini dengan trofi Euro 2024.
Ferran Torres dan Depresi
Di balik penampilan gemilang Ferran Torres bersama Timnas Spanyol dan Barcelona, tersimpan kisah perjuangan yang tak banyak diketahui publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyerang berusia 26 tahun itu pernah mengalami masa-masa kelam dalam kariernya hingga mengaku terpuruk secara mental dan memutuskan mencari bantuan profesional.
Dikutip dari AS, depresi yang dialami El Tiburon berkaitan dengan performa dan juga tekanan publik karena ia menjadi individu yang mulai dikenal di media sosial sebagai salah satu pemain di tim Barcelona.
"Saya jatuh ke jurang tanpa dasar, saya tidak tahu bagaimana cara keluar," kata Torres.
"Saya kurang percaya diri dan semuanya memengaruhi saya. Itu adalah pengalaman yang sangat pahit, tetapi juga salah satu momen terbaik karena sekarang saya merasa lebih kuat," sambungnya.
Ia perlahan mulai belajar bagaimana menikmati sebuah pertandingan. Tidak hanya berfokus pada mencetak gol, namun bagaimana sepakbola tetap bisa ia nikmati meskipun banyak tekanan.
"Sebelumnya, saya lebih memikirkan mencetak gol, bahkan jika saya tidak bermain bagus. Sekarang saya telah belajar untuk keluar lapangan, menikmati diri sendiri, dan dari situ, semuanya akan berjalan dengan sendirinya," katanya.










































