Lionel Messi tidak mampu menjadi juara lagi di Piala Dunia 2026. Namun, La Pulga masih dianggap memiliki 'aura' yang di banyak kesempatan mampu mengubah jalannya pertandingan.
Di media sosial, istilah 'Messi aura' ramai digunakan untuk menggambarkan pengaruh sang megabintang yang seolah membuat rekan setim lebih percaya diri, sementara lawan tampak kehilangan keberanian.
Dalam video-video yang beredar, Messi terlihat tenang dalam memimpin para pemain Argentina keluar dari lorong pemain menuju lapangan. Bahkan, seakan-akan para pemain lain seperti Leandro Paredes, Emi Martinez, hingga Rodrigo De Paul menunggu Messi untuk memimpin di posisi depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, beberapa pemain bintang seperti Cristiano Ronaldo dan Kylian Mbappe sempat mencoba meniru tren 'aura' dari La Pulga.
Lalu, mengapa hanya dari karisma saja bisa membuat nyali seseorang, terutama lawan Lionel Messi di lapangan bisa menciut?
Menurut psikolog sosial dari Universitas Indonesia Dian Wisnuwardhani, M.Psi., Psikolog fenomena ini bisa dinamakan sebagai social power.
Psikolog yang tergabung dalam Kelompok Riset Psikologi Olahraga dan Latihan ini berpendapat, Messi mampu 'membangun' social power-nya berkat torehan prestasi hingga perjuangan hebatnya menjadi salah satu pesepakbola terbaik saat ini.
"Wajar jika orang kemudian merasa aura Messi menjadi sumber kecemasan lawan dalam sebuah pertarungan sepakbola dunia," kata Dian kepada detikcom, Selasa (21/7/2026).
Atlet dengan reputasi besar dapat memengaruhi kondisi mental lawan bahkan sebelum pertandingan dimulai. Hal ini berkaitan dengan persepsi, pengalaman menghadapi lawan, hingga ekspektasi yang telah terbentuk selama bertahun-tahun.
"Messi yang memiliki expert social power dianggap paling ahli dan kepribadian kuat, sehingga wajar jika orang akan merasa cemas, takut dan merasa kalah di medan perang lapangan hijau sepakbola," katanya.










































