Pesepeda Bentang Jawa Dijuluki 'Monster', Apa Rahasia Bisa Gowes Berhari-hari?

Pesepeda Bentang Jawa Dijuluki 'Monster', Apa Rahasia Bisa Gowes Berhari-hari?

detikHealth
Senin, 24 Agu 2026 12:01 WIB
Devandra Abi Prasetyo
Ditulis oleh:
Devandra Abi Prasetyo
Lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fans Manchester United yang juga eks pesepakbola semi-profesional. Banyak menulis soal olahraga dari sudut pandang hidup sehat.
Illustration shows close up on riders in action during preparations ahead of the 119th edition of the Paris-Roubaix one day cycling race, from Compiegne, near Paris to Roubaix, Thursday 14 April 2022. This is the first time since 2019 that the race
Ilustrasi cycling (Foto: BELGA MAG/AFP via Getty Images/LUC CLAESSEN)
Jakarta -

Ajang balap sepeda ultra dan navigasi mandiri (unsupported ultra-cycling race and self-navigation) Bentang Jawa belakangan menjadi perbincangan di media sosial. Ini karena pesertanya ditantang menempuh jarak hingga 1.500 km dengan elevasi yang menantang.

Tak heran, para pesepeda yang mampu menyelesaikan tantangan tersebut kerap mendapat julukan 'monster'. Mereka harus terus mengayuh selama berhari-hari sambil mengatur sendiri kebutuhan makan, minum, istirahat hingga perbaikan sepeda.

Bagaimana tubuh manusia bisa bertahan melakukan aktivitas fisik ekstrem dalam waktu yang berhari-hari?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eks dokter tim nasional balap sepeda Indonesia, dr Andhika Raspati, SpKO mengatakan bahwa peserta Bentang Jawa seharusnya adalah mereka yang memiliki level kebugaran di atas rata-rata.

"Orang yang level latihannya sudah layak ikut Bentang Jawa, seharusnya memiliki VO2 Max yang bagus, harusnya," kata dr Dhika saat dihubungi detikcom, Senin (24/8/2026).

ADVERTISEMENT

Namun, VO2 Max bukanlah satu-satunya faktor yang membuat seseorang berhasil. Menurut dr Dhika, untuk level kompetisi seekstrem Bentang Jawa, banyak faktor lain yang ikut menentukan keberhasilan.

"Nggak VO2 Max doang. Ya ngomongin bagaimana carbo loading-nya, refueling-nya, bagaimana nutrisinya, kecukupan istirahatnya, mentalnya ngaruh juga semuanya. Kalau ngomongin cycling, sepedanya juga. Berarti banyak banget faktor yang berperan," katanya.

Selain itu, faktor lain yang mungkin bisa membantu setidaknya menghilangkan rasa lelah dalam Bentang Jawa adalah adrenalin serta motivasi peserta, namun hanya bersifat sementara atau terbatas.

"Kalau dia sifatnya tidak terlalu high intensity, dalam artian tidak terlalu memacu adrenalin yang sangat amat tinggi ya kan, efeknya juga terbatas," tutupnya.



(dpy/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads