Digaji Sampai Rp 2 T di Arab Saudi, Ini Cara Tijjani Reijnders Jaga Performa

Digaji Sampai Rp 2 T di Arab Saudi, Ini Cara Tijjani Reijnders Jaga Performa

detikHealth
Jumat, 25 Sep 2026 10:06 WIB
Devandra Abi Prasetyo
Ditulis oleh:
Devandra Abi Prasetyo
Lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fans Manchester United yang juga eks pesepakbola semi-profesional. Banyak menulis soal olahraga dari sudut pandang hidup sehat.
AMSTERDAM, NETHERLANDS - JUNE 10: Tijjani Reijnders of Netherlands looks on from the bench prior to the FIFA 2026 World Cup Qualifier match between Netherlands and Malta at Euroborg Stadion on June 10, 2025 in Amsterdam, Netherlands. (Photo by Dean M
Tijjani Reijnders (Foto: Getty Images/Dean Mouhtaropoulos)
Jakarta -

Bintang sepakbola Belanda Tijjani Reijnders blak-blakan soal alasan kepindahannya ke Al Qadsiah, setelah semusim membela Manchester City. Tijjani mengakui kepindahannya itu termotivasi uang besar.

Sebagai informasi, gelandang berdarah Indonesia itu ditebus seharga 60 juta euro, dan akan menerima gaji lebih dari 100 juta euro (Rp 2,04 triliun) selama lima tahun.

"Sudah pasti ada peran uang. Setelah karier sepakbolaku berakhir, aku enggak mau kerja lagi," kata pesepakbola berusia 28 tahun ini kepada Voetbalzone.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menjadi salah satu pesepakbola dengan gaji fantastis, Tijjani dikenal memiliki mentalitas pemenang dalam dirinya. Hal ini yang membuat ia sangat disiplin dalam menjaga kebugaran dan performa.

Dikutip dari Soccernews, Reijnder sangat peka dengan tubuhnya, sehingga ia tahu betul kapan dan berapa lama harus istirahat, nutrisi apa yang baik baginya, serta seberapa keras dirinya harus latihan.

ADVERTISEMENT

"Sebenarnya saya selalu memiliki kebugaran seperti itu, dan bagi saya itu tidak lebih dari selalu melakukan hal yang sama: mendengarkan tubuh saya dengan saksama. Ini tentang rutinitas standar, seperti banyak istirahat, nutrisi yang baik, dan berlatih keras," katanya.

Tijjani dan Kualitas Tidur

Tidur cukup sangat penting bagi atlet sepakbola, seperti Reijnders, karena menjadi penentu utama dalam pemulihan fisik, ketajaman mental, dan pencegahan cedera di lapangan.

Dikutip dari laman AZ Alkmaar, Reijnders sempat menggunakan cincin pintar (smart ring) tersembunyi yang dipakai di jari untuk memantau kesehatan, kebugaran, dan kualitas tidur secara terus-menerus.

"Ketika Anda tidur kurang dari delapan jam semalam sebagai atlet papan atas, risiko cedera meningkat hingga empat puluh persen," kata pakar tidur Floris Wouterson.



(dpy/dpy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads