Kata Dokter soal Jantung Serasa 'Mau Copot' saat Justin Hubner Block Bola Malaysia

Kata Dokter soal Jantung Serasa 'Mau Copot' saat Justin Hubner Block Bola Malaysia

detikHealth
Selasa, 29 Sep 2026 10:45 WIB
Devandra Abi Prasetyo
Ditulis oleh:
Devandra Abi Prasetyo
Lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fans Manchester United yang juga eks pesepakbola semi-profesional. Banyak menulis soal olahraga dari sudut pandang hidup sehat.
Laga Indonesia vs Malaysia berakhir tanpa pemenang dengan skor 0-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026) malam WIB.Timnas Indonesia yang bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37 mampu menahan Malaysia dalam duel lanjutan FI
Momen Indonesia vs Malaysia di FIFA Asean Cup 2026 (Foto: Agung Pambudhy/detikFoto)
Jakarta -

Bek Timnas Indonesia Justin Hubner melakukan aksi heroik saat mem-block tembakan dari Dion Cools. Momen krusial ini terjadi di menit ke-94 saat Indonesia vs Malaysia di FIFA Asean Cup 2026.

Pertandingan Indonesia vs Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), berlangsung ketat. Indonesia bahkan harus bermain dengan 10 pemain setelah Thom Haye mendapat kartu merah pada menit ke-36.

Momen penyelamatan Hubner ini, membuat banyak orang deg-degan dan dalam beberapa detik serasa 'jantung mau copot'. Mengapa bisa begitu?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditanya mengenai hal ini, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr Vito Anggarino Damay, SpJP mengatakan bahwa semuanya ini terjadi karena respons alami tubuh yang berhubungan dengan adrenalin.

ADVERTISEMENT

"Zat yang diproduksi tubuh saat stres atau tegang menunggu atau mengharapkan sesuatu. Bisa muncul juga saat kita mau lari dari sesuatu," kata dr Vito kepada detikcom, Selasa (29/9/2026).

"Dalam hal ini, kita mengharapkan Indonesia tidak kebobolan dan melihat peluang justru Indonesia akan kebobolan. Namun last minute Justin Hubner menghalangi bola di garis gawang," sambungnya.

Mata yang melihat kejadian, lanjut dr Vito, akan mengirim sinyal ke otak sebagai tanda "bahaya", sehingga perlahan detak jantung akan berdetak lebih cepat.

dr Vito menambahkan bahwa rasa deg-degan ini biasanya masih akan terus muncul meskipun kejadian yang menakutkan atau menegangkan sudah terjadi.

"Nah sambil menunggu peluit akhir berbunyi, pikiran kita masih mengantisipasi hal sama, ancaman kebobolan sehingga detak jantung masih kencang dan terasa masih deg-degan," tutupnya.



(dpy/kna)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads