Viral Tren Flexing VO2 Max, Berapa Sih Angka Ideal Buat Pelari Rekreasional?

Viral Tren Flexing VO2 Max, Berapa Sih Angka Ideal Buat Pelari Rekreasional?

detikHealth
Selasa, 20 Okt 2026 06:04 WIB
Devandra Abi Prasetyo
Ditulis oleh:
Devandra Abi Prasetyo
Lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fans Manchester United yang juga eks pesepakbola semi-profesional. Banyak menulis soal olahraga dari sudut pandang hidup sehat.
Side view of professional sportswoman with mask running on treadmill in gym. Female athlete in sports science lab measuring her performance and oxygen consumption.
Ilustrasi tes CPET Treadmill (Foto: Getty Images/jacoblund)
Jakarta -

Tren pamer angka VO2 Max belakangan menjadi salah satu obrolan menarik di kalangan pelari rekreasional. Sebenarnya, tren ini bukan ajang saling adu, hanya saja sekadar jadi bagian dari keseruan berbagi proses latihan.

Ada yang senang melihat angka VO2 Max-nya meningkat setelah rutin berlatih. Ada pula yang sekadar ikut meramaikan tren dan membandingkan perkembangan kebugaran dari waktu ke waktu.

Selama dilakukan dengan santai, tren ini bisa menjadi pemantik semangat untuk lebih aktif bergerak. Namun, berapa sih angka VO2 Max ideal buat pelari-pelari kalcer?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditanya mengenai hal ini, spesialis kedokteran olahraga dr Bernadette Laura, SpKO dari Siloam Hospitals TB Simatupang mengatakan bahwa sebenarnya angka VO2 Max ini angka idealnya berbeda-beda sesuai dengan usianya.

"Tapi, normalnya di atas 40 itu (untuk pelari rekreasional) itu sudah bagus banget," kata dr Laura saat ditemui di Jakarta Selatan, Senin (19/10/2026).

ADVERTISEMENT

dr Laura yang juga staf kepelatihan di Timnas Sepakbola Putri Indonesia (Garuda Pertiwi) ini menambahkan bahwa untuk meningkatkan VO2 Max memang salah satunya dengan rutin latihan kardio.

"Dengan VO2 Max tinggi artinya makin bagus, staminanya makin baik," katanya.

"(Kalau udah tembus 50) itu udah bagus banget, bugar. Atlet aja belum tentu segitu," sambungnya.



Cara Mengukur VO2 Max

Sayangnya, para pelari rekreasional saat ini masih banyak yang mengandalkan pengukuran VO2 Max hanya dari angka-angka di smartwatch, bukan melalui tes medis atau lab.

Sebagai bagian dari Garuda Pertiwi yang juga berhubungan dengan VO2 Max para pemain, dr Laura mengatakan bahwa pengukuran paling akurat adalah Tes CPET atau Cardiopulmonary Exercise Testing.

"Alat untuk mengukur VO2 Max biasanya pakai treadmill, terus ada gas oksigen yang dibuang. Jadi kalau mau bicara secara penelitian yang menggunakan alat (CPET) itu yang paling akurat," katanya.

"Kalau dengan smartwatch belum ada (penelitiannya) sekarang ya. Jadi belum tahu seberapa ideal dan seberapa akurat," tutupnya.

Halaman 2 dari 2
(dpy/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads