Kondisi cuaca yang ekstrem membuat tubuh memproduksi keringat jauh lebih banyak dari biasanya.
Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan, paduan antara aktivitas intensitas tinggi dan cuaca panas terik menjadi pemicu utama, terkurasnya cadangan elektrolit serta mineral dalam tubuh.
"Jadi pada saat kita olahraga intensitas tinggi seperti race misalnya, kita kekurangan banyak elektrolit di tubuh. Ditambah cuaca yang panas banget, kadang baru keluar sebentar saja sudah banyak keringat, nah itu kan akhirnya ngeluarin banyak elektrolit," ujar dr Yaze dalam live TikTok detikHealth, Kamis (22/10/2026).
Untuk menggantikan cairan dan mineral penting yang menguap bersama keringat, dr Yaze menegaskan pentingnya mengonsumsi air minum yang kaya akan kandungan mineral alami sejak sebelum, selama, hingga sesudah lari.
"Tetap butuh cairan yang mengandung mineral alami yang ada kandungan natriumnya udah pasti, ada kalium, klorida, magnesium, sama ada bikarbonatnya. Itu sudah kita perlukan jadi kemana-mana," terangnya.
Guna mencegah penurunan performa hingga risiko kehilangan cairan tubuh yang berat saat melintas di jalur race, ia juga membagikan tips krusial bagi para pelari agar tidak menunda waktu minum.
"Kalau bisa memang tipsnya, sebelum kita ngerasa haus daripada nanti malah terjadi dehidrasi, jadi sudah mulai bawa air mineral," pungkasnya.
Simak Video "Titan Run 2025 Catatkan Nama di MURI"
(sao/up)