Jangan Diabaikan, Dokter Ungkap Tanda-tanda Kurang Minum Saat Marathon

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Jumat, 23 Okt 2026 11:37 WIB
Water station di event lari. Foto: Getty Images/JaySi
Jakarta - Saking fokusnya mengejar personal best (PB) saat race, tak jarang pelari mengabaikan sinyal-sinyal penting yang dikirimkan oleh tubuhnya sendiri. Salah satu kondisi yang sering tak disadari saat race adalah kekurangan asupan mineral dan elektrolit.

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, mengungkapkan bahwa tubuh sebenarnya memberikan tanda-tanda yang sangat jelas ketika kadar cairan dan mineral sudah menipis secara drastis, akibat pembakaran energi dan pengeluaran keringat.

"Ada banget. Kalau misalnya lagi race terus ternyata kekurangan mineral, misalnya terlalu fokus lari terus sampai lupa harus nambahin cairan. Terus suka nggak tahu gejalanya apa," jelas dr Yaze dalam live TikTok detikHealth, Kamis (22/10/2026).

Menurut dr Yaze, gejala awal yang paling sering muncul berkaitan langsung dengan kinerja otot dan pandangan mata pelari. Rasa kaku pada kaki hingga pusing atau mata berkunang-kunang merupakan sinyal bahaya, bahwa tubuh sudah sangat krisis cairan mineral.

"Sebenarnya lebih ke kram otot, terus misalnya udah mulai kunang-kunang, mulai lemes. Jadi yang tadinya harusnya bisa lebih cepat larinya, itu udah kerasa kayak kaku banget nih otot di kaki. Itu berarti udah kurang banget cairan mineral dalam tubuh," terangnya.

Jika pelari mulai merasakan pandangan yang makin melambat atau menggeletar, dr Yaze mewanti-wanti agar tidak lagi memaksakan diri dan segera mengambil tindakan penanganan hidrasi.

"Belum lagi kalau misalnya sampai kunang-kunang, jadi mulai gelap, itu langsung buru-buru minum air yang mengandung mineral alami. Jangan ditunda-tunda," tegas dr Yaze.

Terlebih bagi pelari yang menempuh jarak menengah hingga jauh seperti 10 km, 15 km, hingga maraton penuh. Diusahakan untuk memanfaatkan water station, karena tidak boleh dilewati hanya demi menghemat waktu detik demi detik.

"Ketika sudah ketemu di water station, ya berhenti buat minum, jangan dihajar aja. Takutnya nanti pas dekat finish, harusnya udah masuk finish malah jadi kram kaki, kram otot," tutupnya.

Buat yang akhir pekan ini ikut memeriahkan Jakarta Running Festival (JRF) 2026, mulai cukupi kebutuhan cairan dan mineral tubuh ya guys!



Simak Video "Titan Run 2025 Catatkan Nama di MURI"


(sao/up)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork