Rahasia Agustina Manik Kelola Nutrisi hingga Juara 5K JRF 2026

Rahasia Agustina Manik Kelola Nutrisi hingga Juara 5K JRF 2026

detikHealth
Minggu, 25 Okt 2026 11:09 WIB
Mhd. Aldrian, S.Gz
Ditulis oleh:
Mhd. Aldrian, S.Gz
Lulusan sarjana ilmu gizi Universitas Andalas, memiliki minat dalam hal keamanan dan kesehatan pangan. Saat ini menjadi penulis lepas untuk detikHealth.
Podium 5K JRF 2026
Agustina Manik. Foto: Aldrian/detikHealth
Jakarta -

Agustina Mardika Manik berhasil meraih juara 5K National Female di ajang Jakarta Running Festival (JRF) 2026. Atlet lari asal Medan yang kini berdomisili di Jawa Barat ini merupakan pelari spesialis 5K dan 10K.

Di balik keberhasilannya naik podium, atlet yang akrab disapa Tina ini memiliki strategi tersendiri dalam mempersiapkan kondisi tubuh sebelum perlombaan. Mulai dari latihan rutin, menjaga asupan nutrisi, hingga memilih makanan yang dikonsumsi menjelang start.

Untuk persiapan lomba, Tina mengaku hanya mengonsumsi pisang sebelum berlari di JRF 2026. Ia kemudian menambahkan asupan energi melalui energy gel sekitar lima menit sebelum perlombaan dimulai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau saya, biasanya kan beda orang beda-beda ya. Ada yang harus nasi, tapi saya tadi cuma makan pisang. Terus lima menit sebelum race saya minum gel," ujar Tina kepada detikcom saat ditemui di JRF 2026, Sabtu (24/10/2026).

Pisang menjadi salah satu pilihan makanan sebelum berlari karena mengandung karbohidrat yang dapat digunakan tubuh sebagai sumber energi. Teksturnya yang lunak dan praktis dikonsumsi menjelang aktivitas fisik.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, energy gel merupakan produk yang umumnya mengandung karbohidrat dalam bentuk mudah dikonsumsi untuk membantu memenuhi kebutuhan energi saat berolahraga.

Latihan hingga 6 Kali Seminggu

Selain strategi makan sebelum race, Tina juga menjalani latihan secara konsisten. Sebagai atlet yang fokus pada nomor lari 5K dan 10K, ia mengaku memiliki jadwal latihan yang cukup padat.

"Kalau saya kan memang atlet, jadi latihan itu seminggu sampai enam kali," ungkapnya.

Latihan yang dilakukan secara rutin menjadi bagian penting dalam membangun daya tahan, kecepatan, dan kemampuan tubuh menghadapi intensitas perlombaan.

Meski demikian, frekuensi latihan atlet profesional tidak dapat langsung dijadikan patokan bagi pelari rekreasional. Program latihan perlu disesuaikan dengan tingkat kebugaran, pengalaman, dan kemampuan pemulihan tubuh masing-masing.

Disiplin Menjaga Asupan Nutrisi

Dengan frekuensi latihan yang tinggi, Tina juga memperhatikan kebutuhan nutrisi sehari-hari. Menurutnya, kedisiplinan dalam memenuhi asupan gizi dan vitamin menjadi salah satu bagian penting untuk menunjang performa sekaligus membantu menjaga kondisi tubuh.

"Dari nutrisi dan vitamin itu kita juga harus lebih disiplinkan lagi, supaya terhindar dari cedera dan juga bisa menunjang performa kita," kata Tina.

Tina mengatakan pola makan hariannya secara umum tetap seperti biasa. Namun, ia memiliki penyesuaian asupan tertentu yang menyesuaikan program latihan.

Salah satunya adalah konsumsi protein setelah menjalani sesi latihan berat atau long run. Protein berperan dalam membantu perbaikan dan pembentukan jaringan otot setelah aktivitas fisik.

Kebutuhan nutrisi pelari juga mencakup karbohidrat untuk menyediakan energi, protein untuk mendukung pemulihan otot, serta vitamin dan mineral yang berperan dalam berbagai fungsi metabolisme tubuh.

Bagi Tina, menjaga konsistensi latihan dan disiplin memperhatikan asupan nutrisi menjadi bagian dari persiapannya menghadapi kompetisi, termasuk keberhasilannya meraih podium di JRF 2026.

Halaman 3 dari 2


Simak Video "Titan Run 2025 Catatkan Nama di MURI"
[Gambas:Video 20detik] (mal/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads