Tindakan pada Gigi yang Trauma Akibat Kecelakaan

Tindakan pada Gigi yang Trauma Akibat Kecelakaan

detikHealth
Kamis, 23 Apr 2015 13:47 WIB
Ditulis oleh:
Tindakan pada Gigi yang Trauma Akibat Kecelakaan
Ilustrasi: Thinkstock
Jakarta - Selamat malam Dok, kemarin pukul 11 pagi sepupu saya (12 tahun) terjatuh terbentur lantai dengan kuat sehingga 1 gigi depannya (atas) patah, berdarah, dan gigi tersebut terdorong ke dalam dan ke depan sehingga darah keluar dari tempat gigi sebelumnya. Jadinya seakan-akan seperti bekas pencabutan gigi berlapis (kondisi gigi sepupu saya tidak berlapis).

Selain itu, bibirnya sedikit sobek namun tidak berdarah tetapi langsung terjadi penebalan di tengah bibir. 30 menit setelah kejadian sepupu, dibawa ke puskes terdekat. Dokter gigi membersihkan darah yang keluar dan memberi obat serta disuruh datang kontrol 3 hari lagi.

Yang ingin saya tanyakan dok, tindakan apa saja yang harus dilakukan si dokter gigi pada saat itu? Apakah pada saat itu juga gigi tersebut tidak bisa dicabut? Harus menunggu lagi? Dan kalau iya mengapa?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oh ya Dok, alat puskes yang ada hanya cabut dan kalau dirujuk ke ibukota kabupaten jauhnya minta ampun (naik speed boat terlebih dahulu selama 3 jam, itupun besok pagi baru bisa karena tiap jam 7 pagi saja kapal berangkat) dan butuh banyak dana.

Jadi tindakan sederhana apa yang bisa dilakukan Dok? Oh ya khusus untuk bibirnya, bagaimana agar tidak menebal Dok? Terimakasih banyak ya Dok. Salam.

Estori (Wanita, 24 tahun)
riris13.rsXXXXX@gmail.com
Tinggi 162 cm, berat 55 kg

Jawaban

Hai Estori apa kabar? Bagaimana juga kabar sepupu setelah trauma jatuh kemarin? Semoga lebih baik ya.

Memang pada saat gigi mengalami trauma seperti terjatuh ke lantai biasanya bibir akan mengalami pembengkakkan yang ditandai dengan penebalan pada bibir. Besar pembengkakkan sendiri tergantung besarnya trauma yang terjadi. Kadang disertai timbulnya perdarahan akibat adanya sobekan pada bagian bibir atau gusi. Gigi dapat mengalami retak, patah, pergeseran gigi, kegoyangan bahkan bisa tanggal dengan sendirinya.

Dalam kondisi demikian ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan dokter gigi. Bila trauma tidak terlalu besar, biasanya dokter gigi akan membersihkan luka dan memberi obat agar pembengkakan dan rasa nyeri hilang. Untuk selanjutnya akan dilakukan perawatan pada gigi tersebut agar gigi tetap bisa dipertahankan sehingga tidak perlu dilakukan tindakan pencabutan.

Untuk trauma yang hebat sehingga menyebabkan perdarahan banyak akibat ada bagian bibir yang sobek, akan dilakukan penjahitan pada bag bibir yang sobek.

Dan apabila gigi mengalami patah dan kegoyangan yang hebat sehingga tidak mungkin bisa dipertahankan, biasanya akan dilakukan pencabutan pada gigi tersebut.

Untuk anak usia 12 tahun biasanya dokter gigi masih ingin mengupayakan perawatan agar gigi tersebut tidak perlu dicabut sehingga gigi masih bisa dipertahankan. Tentunya akan membutuhkan waktu untuk perawatan tersebut.

Namun apabila untuk perawatan ini banyak kendala seperti jarak tempuh, waktu dan biaya maka bisa didiskusikan dg dokter gigi setempat untuk dilakukan tindakan pencabutan.

Demikian penjelasan saya, semoga dapat diterima.

Salam sehat selalu, wass.

drg. Yulia Prapti
Praktik di Klinik An-Nur, Setiabudi, Bandung.
Dokter Mobil Sehat CT Foundation (hrn/vit)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads