Yandi (Laki-laki Lajang, 17 Tahun), yandi.XXXXX@gmail.com,
Tinggi Badan 165 Cm, Berat Badan 65 Kg
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentu saja hal itu tidak benar. Mari kita pikirkan bersama: saat makanan dan minuman masuk ke dalam tubuh melalui mulut, tenggorokan dan lambung, suhu asli makanan akan berubah karena di dalam tubuh kita konstan 37°C.
Di dalam lambung, makanan dicerna kira-kira 2-3 jam dalam suhu 37°C dan menggunakan asam lambung yang mempunyai pH sangat rendah (sekitar pH 2) sehingga makanan dan minuman yang masuk otomatis pada akhirnya akan menjadi hangat sesuai tubuh dan hancur oleh karena asam lambung.
Saat makanan dan minuman diserap oleh tubuh dari usus, yang diserap sudah merupakan zat-zat yang sangat kecil (bentuknya sudah seperti ion atau molekul terkecil) dan bukan makanan “utuh” lagi.
Sementara itu lemak yang mengendap dalam tubuh merupakan konsekuensi dari makan terlalu banyak (terutama makan minyak/lemak) ditambah kurangnya olahraga, bukan karena minum air dingin.
Leona Victoria Djajadi MND
Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) dari University of Sydney. Dengan minat khusus pada program diet untuk oncology, cardiology, diabetes, gastrointestinal and life modification program diets.











































