Obat Penguat Kandungan Bikin Istri Makin Mual, Bagaimana Solusinya?

Obat Penguat Kandungan Bikin Istri Makin Mual, Bagaimana Solusinya?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Rabu, 06 Agu 2014 18:52 WIB
Obat Penguat Kandungan Bikin Istri Makin Mual, Bagaimana Solusinya?
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Dok, istri saya sedang hamil sekitar 5 minggu (dihitung dr HPHT). Hari sabtu kemarin cek ke dokter kemudian di usg dan sudah terlihat kantung janinnya. Ada keluhan mual-mual kemudian diberi resep obat mual, folaplus, dan duphaston msg2 30 butir 1 kali sehari. Setelah 2 kali minum obat duphaston, istri mual-mual saya semakin sering sampai muntah-muntah, pusing, lemas, dan perut bagian bawah terasa nyut-nyutan. Setelah saya cek di internet tentang manfaat duphaston ada yang bilang aman, dikonsumsi jika diperlukan saja, dan ada yang bilang dihentikan saja.

Bagaimana sebaiknya ya Dok? Apakah konsumsi duphaston lebih baik dihentikan? Kapan duphaston aman dikonsumsi? Apakah efek mual-mual, muntah-muntah, dan perut bagian bawah istri saya yang nyut-nyutan itu dikarenakan konsumsi duphaston? Mohon jawaban dan penjelasannya secara detail ya dok. Terimakasih.

Ariv (Laki-laki menikah, 25 tahun)
arif.prastowoXXXX@btpn.com
Tinggi badan 168, berat badan 65

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban

DuphastonTM adalah hormon steroid progestin berisi Dydrogesterone. Obat ini dipakai untuk mengganti kekurangan prosteron, seperti pada ancaman keguguran, upaya preventif terhadap ancaman keguguran, ketidaksuburan akibat kelainan pada fase luteal, dan sebagainya. Penelitian pada 2118 ibu hamil pada 2008 menunjukkan bahwa pemakaian Dydrogesterone memiliki keuntungan untuk menurunkan angka kejadian keguguran bila diberikan pada Ibu hamil dengan riwayat keguguran pada kehamilan sebelumnya dan ancaman keguguran di kehamilan yang sedang berlangsung. Duphaston aman dikonsumsi.

Sekitar 50-70% Ibu Hamil mengalami kejadian mual dan muntah. Puncaknya pada 9 minggu, berkurang pada 16 minggu dan hanya tinggal 5% yang masih mengeluh diatas 20 minggu. Kemungkinan besar peningkatan intensitas dan frekuensi mual muntah dikarenakan kehamilannya yang semakin mendekati 9 minggu, bukan karena pemberian Dydrogesterone. Walaupun kurang dari 1% pengguna Dydrogesterone mendapatkan efek samping mual dan muntah. Tetapi secara statistik kemungkinan kejadian mual muntah karena kehamilannya lebih besar dibanding karena Dydrogesteronnya.

Kejadian nyeri perut (nyut-nyutan) yang dikeluhkan istri tidak pernah dilaporkan dari penelitian efek samping dari Dydrogesterone. Tetapi keluhan tersebut cukup khas pada usia kehamilan di bawah 20 minggu. Terjadi akibat peregangan rahim dan ligamen di sekitarnya akibat makin besar dan tebalnya rahim seiring makin besarnya janin.

Untuk menghentikan konsumsi Dydrogesterone, sebaiknya konsultasikan dengan dokter yang memeriksa. Karena saya tidak melakukan pemeriksaan fisik secara langsung tidak berhak membuat keputusan.

Semoga bermanfaat.

dr. Hari Nugroho, SpOG
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan
Staf Divisi Ginekologi Onkologi - Departemen Obstetri dan Ginekologi
RSUD dr Soetomo - Universitas Airlangga, Surabaya
Akun Twitter: @drharinugroho

(hrn/ajg)

Berita Terkait