Salah satunya yang dialami Selyana (20), di mana ia mengaku kulitnya diawali dengan timbulnya bintik di kening, tetapi hal itu menyebabkan tersebarnya bintik-bintik di seluruh muka setelah melakukan serangkaian perawatan kecantikan. Padahal, ia mengakui kalau perawatan tersebut pada awalnya cocok, tetapi setelah beberapa bulan wajahnya mulai banyak bintik-bintik seperti jerawat pasir. Ia berkonsultasi ke dokter di klinik dan melakukan perawatan. Oleh dokter, Selyana diberi krim yang lengket dipakai. Sayang, kulit wajahnya malah semakin gatal.
Saat cuci muka pakai sabun baby kulit perih dan panas. Lalu muncul lubang seperti robekan, kanan 2 lubang besar dan kiri 1 lubang kecil. Kena air saja perih muka saya Dok. Sekarang saya pakai perawatan alami dari buah dan jaga asupan makanan. Saya sekarang sudah putus asa, sudah 3 dokter saya pakai, bukannya muka kinclong malah bintik-bintik banyak. Saya sangat malu ke kantor, kampus dan rasanya tidak mau ada kaca di rumah. Bagaimana caranya menghilangkan bintik-bintik tersebut Dok? Saya sudah pasrah, mau berobat lagi berat di financial, sudah banyak yang saya keluarkan untuk pengobatan ini. Saya harus bagaimana Dok? Sedangkan saya tiap siap menerima kenyataan ini, awal kulit kombinasi dengan jerawat 1/2 sekarang muka berminyak dan jerawat pasir. Saya stres dan pingin cepat-cepat menghilangkan jerawat pasir ini."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dr Nindita menyarankan untuk membersihkan komedo, kebersihan kulit harus dijaga dengan mencuci muka secara teratur yang tentunya dengan lembut dan seksama. Sedangkan frekuensi mencuci wajah dapat disesuaikan sesuai jenis kulit dan aktivitas sehari-hari (antara 2-4 kali per hari).
"Tidak perlu mencuci muka dengan frekuensi berlebih karena dapat mengiritasi wajah dan memperparah komedo atau jerawat. Hindari juga penggunaan bahan abrasif seperti waslap untuk menggosok wajah," imbuhnya.
Ia mengatakan kadungan bahan yang terkandung di sabun cuci muka disarankan yang mengandung salysilic acid dan benzoyl peroxida. Sebaliknya, jika menggunakan scrub, dr Nindita menegaskan butiran scrub haruslah butiran yang lembut sehingga tidak mengiritasi dan mencederai kulit.
"Kulit yang terasa perih dan panas mungkin terjadi karena iritasi akibat terlalu sering atau terlalu 'keras' dalam mencuci muka, kebiasaan memencet komedo juga harus ditinggalkan karena dapat melukai atau merobek kulit dan meningkatkan risiko infeksi," tambahnya lagi.
Penggunaan kosmetik yang bersifat menutup kulit, berbahan dasar minyak, dan penataan rambut yang bersentuhan dengan wajah menurut dr Nindita sebaiknya dihindari. Ia merekomendasikan kosmetik yang mencantumkan tulisan oil free atau non komedogenik.
"Mengurangi konsumsi makanan yang mengandung banyak gula dan susu karena gula atau makanan yang manis dapat merangsang reaksi radang. Sementara bintik hitam bekas jerawat pada wajah akan hilang bila mengonsumsi sayur dan buah, tapi jika tidak hilang juga dapat menggunakan krim pencerah kulit setelah jerawat telah terkontrol," tutupnya.
(vit/up)











































