Tak heran, pertanyaan seputar pencernaan yang kurang baik, seperti buang air besar (BAB) yang bercampur darah menjadi salah satu pertanyaan yang paling sering dilontarkan pembaca detikHealth di rubrik Konsultasi Umum. Seperti yang dialami Dhaniel Anthony, pria lajang berusia 19 tahun. Berikut pertanyaannya:
Dokter, sudah dua hari ini saya mencret, tapi hari ini keluar bercampur darah merah dan kental. Kira-kira itu penyebabnya apa ya, Dok?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mencret bercampur darah dapat bersumber dari saluran pencernaan bagian atas atau hematochezia. Hematochezia adalah pendarahan yang keluar dari anus, berwarna merah (terang/gelap), bisa bersumber dari lambung, usus duabelas jari, atau ligamentum Treitz," ucap dr Dito, yang bekerja di Neuroscience Department and Brain and Circulation Institute of Indonesia (BCII).
Hermatochezia atau pendarahan di saluran pencernaan disebabkan karena hemoroid (wasir/ambeien) internal, malformasi vaskuler, divertikulosis, infeksi (karena Campylobacter, Shigellosis, atau Amebiasis), anal fissures, kolitis ulseratif kronis, adenokarsinoma (kanker ganas), tumor jinak, kolitis iskemik, lesi saluran pencernaan bagian atas (perdarahan masif).
"Perlu diketahui saja, setelah kehilangan 40-50% volume darah, homeostasis (keseimbangan) tubuh akan terganggu. Kompensasinya adalah berkurangnya aliran darah menuju organ-organ vital, terjadi hipoksemia jaringan, asidosis laktat, dan akhirnya berakibat kematian," ucap dr Dito yang gemar menulis buku ini.
Mantan pengajar di Universitas Surya ini menyarankan bagi seseorang yang memiliki gejala BAB berdarah agar segera berkonsultasi ke dokter umum atau dokter keluarga supaya segera mendapatkan penanganan.
(vit/vit)











































