Konsultasi Gizi: Asupan dan Olahraga yang Tepat Agar Perut Rata

100 Konsultasi Terpopuler 2014

Konsultasi Gizi: Asupan dan Olahraga yang Tepat Agar Perut Rata

- detikHealth
Jumat, 19 Des 2014 11:21 WIB
Konsultasi Gizi: Asupan dan Olahraga yang Tepat Agar Perut Rata
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Dada bidang dan perut six packs kerap menjadi impian banyak pria. Sayangnya untuk mendapatkan tubuh proporsional tidak semudah membalik telapak tangan.

Nah, pertanyaan seputar bagaimana membuat tubuh proporsional dengan berolahraga menjadi salah satu pertanyaan yang banyak ditanyakan pembaca detikHealth di Konsultasi Gizi. Seperti disampaikan Edward W, pria 29 tahun. Saya ingin tanya bagaimana cara dan petunjuk yang tepat untuk dapat perut yang rata atau six packs. Setiap pagi saya sudah latihan perut dan sedikit mengurangi konsumsi nasi, tetapi perut masih berasa lembek. Latihan dan pola seperti apa yang tepat harus saya lakukan?

Menurut Leona Victoria Djajadi MND, pengasuh Konsultasi Gizi detikHealth, untuk mengikis lemak tubuh dapat dilakukan dengan diet rendah lemak dan tinggi protein. Diet jenis ini juga dilakukan saat nge-gym. Jadi, yang harus diperhatikan ketika makan atau memasak ialah tidak menggunakan kulit atau lemak (bewarna putih) yang menempel di sekitar daging atau ayam. Kulit dan lemak sebaiknya disisihkan terlebih dahulu karena jika sudah dimasak dan tercampur bahan atau kuah akan lebih sulit dibedakan lagi dengan dagingnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian, penggunaan 'suplemen' yang berfungsi sebagai pengganti atau meregenerasi protein untuk otot setelah berolahraga juga dapat dilakukan. "Sebaiknya coba dulu 'suplemen' dengan susu sapi skim (non-fat). Sedangkan, jika ingin yang tinggi protein, bisa juga ditambahkan susu bubuk non-fat ke dalam susu sapinya. Ini merupakan pilihan yang lebih simpel dan murah dibandingkan suplemen," papar Master of Nutrition and Dietetics dari Universitas Sydney, Australia, ini.

Saat berolahraga, lebih baik menggabungkan kardio dan muscle strengthening yang dikombinasikan masing-masing gerakannya agar yang dilatih bukan otot yang sama secara terus-menerus. Sebaliknya, jika tidak mengombinasikannya, otot akan menjadi terbiasa dan tidak merespons olahraga tersebut sehingga terkesan stagnan.

"Untuk exercise usahakan untuk mengombinasikan gerakan atau tingkat kesulitannya agar otot-otot yang sedang dilatih tidak menjadi 'terbiasa' dengan pola latihan yang sama," imbuh Victoria.

Sementara itu, ketika mengonsumsi makanan disarankan untuk selalu menyediakan sumber protein yang rendah lemak. Saat memasaknya jangan menggunakan santan, sebaiknya diganti dengan susu soya atau susu sapi non-fat. Menghindari makanan yang digoreng atau yang menggunakan banyak minyak seperti martabak, ropang, dan pisang goreng juga dianjurkan.

"Tiap makan usahakan ada sumber protein rendah lemak, sumber proteinnya dapat diperoleh dari unggas, ikan, telur, produk susu, kacang-kacangan (kacang merah, lentil, chickpeas, almond, walnut, pecan), dan polong-polongan," tutup Victoria.

(vit/vit)

Berita Terkait