Konsultasi Seks: Sperma yang Normal

100 Konsultasi Terpopuler 2014

Konsultasi Seks: Sperma yang Normal

- detikHealth
Jumat, 19 Des 2014 11:52 WIB
Konsultasi Seks: Sperma yang Normal
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Kadar hormon testoteron pria cenderung meningkat ketika telah merasakan sensasi mimpi basah. Bagi banyak pria muda atau yang baru saja beranjak dewasa, seringkali bertanya-tanya apakah sperma yang mereka miliki normal. Seperti apakah sperma yang normal?

Pertanyaan tentang normal tidaknya sperma yang dimiliki cukup banyak ditanyakan pembaca dertikHealth, salah satunya Rizki. "Sperma yang lengket seperti lem dan berwarna putih hampir seperti susu apakah normal? Jumlah yang bagus berapa ya Dok?"

Menurut pengasuh Konsultasi Seksologi detikHealth, dr Andri Wanananda MS, faktor pemicu terjadinya permasalahan cairan sperma yang lengket hampir seperti lem dan berwarna putih seperti susu ialah setelah penis berejakulasi di luar vagina, bermasturbasi, ataupun mimpi basah, dibiarkan beberapa saat di udara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Cairan sperma yang keluar dari penis dapat memicu terjadinya hal itu, jika ketika sperma keluar dibiarkan beberapa saat di udara (tidak langsung dicuci). Hal itu menyebabkan gumpalan sperma berbentuk seperti lem yang lengket dan bewarna putih seperti susu," jelas dr Andri.

Adalah normal jika mimpi basah dialami pria usia muda. Hal tersebut dipicu oleh fantasi seksual yang disimpan di dalam alam sub-sadar (subconsciousness) sehingga pada saat tidur (bermimpi) proses ejakulasi sperma terjadi.

"Ketika Anda bangun dari mimpi, cairan sperma sudah cukup lama di udara luar, sehingga konsistensinya mengental seperti agar-agar, kemudian membeku dan mengering seperti kerak. Proses yang Anda alami adalah normal," terang anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) ini.

Nah, jumlah cairan sperma yang normal setiap ejakulasi sekitar 1 sendok teh yang mengandung 200-500 juta sel jantan (spermatozoa). Ada pula sel jantan (spermatozoa) yang dinilai 'nakal', sehingga risiko kehamilan bisa terjadi karena sel jantan terpelanting lebih awal ketika sebelumnya ujung penis yang sudah basah mengandung spermatozoa masuk ke dalam alat kelamin wanita.

(vit/vit)

Berita Terkait