Kulit dan Kelamin: Solusi untuk Kaki Pecah-pecah

100 Konsultasi Terpopuler 2014

Kulit dan Kelamin: Solusi untuk Kaki Pecah-pecah

- detikHealth
Selasa, 23 Des 2014 09:50 WIB
Kulit dan Kelamin: Solusi untuk Kaki Pecah-pecah
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Telapak kaki yang pecah-pecah memang mengganggu. Selain terasa perih dan gatal, juga membuat percaya diri merosot. Hal ini dialami beberapa pembaca detihHealth, yang kemudian ditanyakan di rubrik Konsultasi Kulit dan Kelamin sepanjang 2014.

Salah satu keluhan dilayangkan Widya (20). Dok, kenapa ya telapak kaki saya kering sekali sampai pecah-pecah bahkan sampai mengelupas dan memberikan rasa sakit sampai berdarah. Pernah saya coba periksa ke dokter kulit, katanya itu hanya jamur. Tapi kenapa telapak kaki saya tidak sembuh-sembuh padahal sudah memakai obat?

Menurut dr Nindita Hapsari Susanti, SpKK, pengasuh rubrik Konsultasi Kulit dan Kelamin, penyebab kulit kaki gatal, kering, pecah-pecah, mengelupas, dan terasa sakit ialah infeksi jamur pada kaki atau athlete's foot. Meskipun tidak menutup kemungkinan jamur dapat menginfeksi bagian tubuh manapun dikarenakan sifatnya yang gemar menghinggapi daerah yang lembab atau basah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Infeksi ini dapat menular dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh lain, dari satu orang ke orang lain, dari binatang peliharaan yang kulitnya terinfeksi jamur, bahkan dari suatu objek tertentu, misalnya dari kamar mandi umum, atau alat pedicure salon yang tidak steril," papar dr Nindita yang berpraktik di Klinik Bintaro Skin House.

Dikarenakan hal itu, menurut dr Nindita, selain melakukan pengobatan yang patut diperhatikan ialah cara mencegah terjadinya penularan kembali. Pada infeksi jamur kulit, pemakaian obat anti jamur akan dilanjutkan selama 1-2 minggu setelah kulit sembuh untuk memastikan tidak adanya kekambuhan pada penderita.

"Menjaga kaki dan sepatu tetap kering, memilih sepatu yang dapat membuat kulit Anda 'bernapas' dengan baik, selalu menggunakan kaos kaki berbahan katun yang bersih dan kering, merupakan cara untuk menghindari infeksi jamur kaki," paparnya.

Dia juga mengingatkan untuk tidak saling bertukar sepatu dengan penderita infeksi jamur kaki, menggunakan alas kaki saat di kamar mandi umum, dan menggunakan alat pedicure yang steril agar terhindar dari infeksi jamur kaki.

dr Nindita menambahkan, setelah melakukan perawatan kulit yang dianjurkan tapi keadaan telapak kaki tidak membaik, hal itu dapat memungkinkan indikasi penyebab kelainan kulit lain. Tentunya cara mengobati dan merawatnya pun berbeda dengan kelainan kulit akibat infeksi jamur, dan jika keadaan tidak membaik dr Nindita menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin untuk dipastikan diganosis, pengobatan, dan perawatan lebih lanjutnya.

"Faktor lainnya gatal-gatal pada telapak kaki misalnya karena memang bawaan kulit seseorang kering dan kulit yang tidak tahan terhadap bahan kimia yang sering bersentuhan dengan telapak kaki, seperti detergen, faktor ini juga sama pada kulit tangan yang kering dan pecah-pecah," ujar dr Nindita.

Sementara jika mengalami tangan yang kering, cara mengatasinya dengan menggunakan pelembab yang banyak mengandung minyak, misalnya petroleum jelly, di seluruh telapak tangan terutama malam hari.

(vit/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads