Konsultasi Gizi: Diet Bagi Ibu Menyusui yang Ingin Turunkan Berat Badan

100 Konsultasi Terpopuler 2014

Konsultasi Gizi: Diet Bagi Ibu Menyusui yang Ingin Turunkan Berat Badan

- detikHealth
Senin, 29 Des 2014 08:45 WIB
Konsultasi Gizi: Diet Bagi Ibu Menyusui yang Ingin Turunkan Berat Badan
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Saat hamil, sangat lumrah seorang perempuan mengalami pertambahan berat badan. Namun demikian, terkadang berat badannya tak juga menyentuh angka ideal kendati sudah melahirkan. Hmm, lalu bagaimana caranya ya agar badan tidak melar seusai melahirkan namun juga tidak menganggu produksi air susu ibu (ASI)?

Pertanyaan seputar cara menurunkan berat badan untuk ibu menyusui menjadi salah satu pertanyaan terpopuler sepanjang 2014 di Konsultasi Gizi detikHealth, contohnya yang dialami Lia (29). "Sehabis melahirkan badan saya melar, saya ingin kembali ideal. Boleh berikan pola diet untuk ibu menyusui, kebetulan saya sedang menyusui."

Menurut nutrisionis Leona Victoria Djajadi MND, diet sehat dapat dilakukan ibu menyusui, misalnya diet rendah lemak jenuh, tinggi protein, dan menggunakan karbohidrat kompleks. Jenis-jenis karbohidrat yang disarankan Leona ialah beras merah, roti wholegrain (berbiji, jangan hanya gandum), sesekali mengandung pasta, jagung talas, dan labu parang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebetulnya makan sesuai dengan rasa lapar (hungry cues) dapat menurunkan berat badan secara otomatis karena proses pembuatan ASI akan membakar kira-kira 500 kalori/hari, jumlah yang cukup signifikan. Menyusui merupakan cara paling alami untuk membuang ekstra kalori yang tersimpan dalam tubuh," papar Leona, pengasuh Konsultasi Gizi detikHealth.

Ia menambahkan makanan mengandung protein yang baik dikonsumsi ibu menyusui ialah ikan laut sebanyak 2-3 kali per minggu untuk memenuhi kebutuhan omega 3, ikan tawar, telur, produk susu rendah lemak, daging, serta unggas (tanpa kulit/lemak). Konsumsi sayur dan buah yang banyak juga disarankan Leona karena rasa buah dan sayur akan masuk ke dalam ASI.

"Makan yang sehat dan rendah lemak sangat disarankan, seperti sayur dan buah. Selagi menyusui bukan berarti bisa makan seenaknya. Hindari gorengan, santan dan lemak-lemak yang menempel, serta jeroan. Kelak sang anak akan lebih mudah menerima sayur dan buah saat MPASI dimulai," imbuhnya.

Bergerak atau berolahraga menjadi salah satu komponen terpenting yang tidak bisa dilupakan, meskipun olahraga terkesan sulit ketika seorang ibu memiliki bayi yang baru lahir. Namun Leona memberikan tips agar badan seorang ibu yang baru melahirkan bisa bergerak untuk membakar kalori. Misalnya saja jalan pagi atau sore dengan menggendong anak, serta melakukan peregangan-peregangan atau yoga bersama sang bayi.

"Contohnya berolahraga mengikuti di YouTube saat bayi sedang tidur siang. Memilih video olahraga yang sedang sukai seperti yoga, kardio, stretching, dengan durasi 30, 20 bahkan 10 menit. Sebab, bergerak aktif agar metabolisme lancar merupakan bagian yang terpenting. Setelah hamil kira-kira butuh 1 tahun dengan upaya normal untuk kembali ke berat sebelumnya, kuncinya harus bersabar karena selama 9 bulan sebelumnya dibutuhkan waktu untuk menaikan berat badan," ujar Leona yang juga sebagai Pengasuh Klinik Gizi Keluarga http://www.klinikgizi.info/.

(vit/vit)

Berita Terkait