Konsultasi Kandungan: Janin Sungsang, Bisakah Jalani Persalinan Normal?

100 Konsultasi Terpopuler 2014

Konsultasi Kandungan: Janin Sungsang, Bisakah Jalani Persalinan Normal?

- detikHealth
Senin, 29 Des 2014 10:20 WIB
Konsultasi Kandungan: Janin Sungsang, Bisakah Jalani Persalinan Normal?
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Beberapa ibu berharap bisa menjalani persalinan secara normal. Alasannya selain lebih murah jika dibanding operasi caesar, juga lebih cepat pulih. Namun kondisi tertentu dikhawatirkan tidak bisa mendukung persalinan secara normal, misalnya saja terkait posisi janin.

Di Konsultasi Kandungan detikHealth sepanjang 2014, pertanyaan seputar apakah posisi sungsang pada janin dapat dilakukan persalinan secara normal menjadi salah satu pertanyaan paling populer. Seperti yang ditanyakan Linda, perempuan menikah (27). "Bisakah seseorang ibu dengan usia kandungan cukup melahirkan normal meskipun kondisi janin di dalam kandungannya sungsang? Apa risiko yang akan dialami ibu dan bayi tersebut?"

Menurut dr Aryando Pradana, SpOG, pengasuh Konsultasi Kandungan detikHealth, janin yang terletak sungsang memiliki risiko mortalitas dan morbiditas yang lebih tinggi dalam persalinan normal. Kondisi head entrapment (kepala terjepit) atau nuchal arm (tangan menjungkit) ialah beberapa kejadian yang bisa terjadi selama proses persalinan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maka, sebagian besar janin dengan letak sungsang akan disarankan untuk dilahirkan melalui operasi seksio sesarea. Menurut dr Aryando dari RSIA Bunda Menteng dan Klinik Bayi Tabung Morula IVF Clinic Jakarta, letak sungsang ialah kondisi di mana bagian bokong janin merupakan bagian yang lebih dahulu keluar dalam proses persalinan.

"Kondisi ini sebaiknya telah diketahui jauh sebelum masa persalinan terjadi, dengan melakukan kontrol dengan SPOG Anda secara teratur," ucap dr Aryando.

Menurut dr Aryando, pada umumnya ketika kehamilan muda mengalami posisi sungsang sangat sering terjadi karena janin melayang-layang akibat jumlah cairan ketuban masih sangat banyak. Tetapi kemungkinan janin dalam posisi sungsang menurun seiring makin besarnya usia kehamilan.

"Sekitar 20-25 persen janin posisinya sungsang di bawah usia 28 minggu, kemudian menurun hingga 7-16 persen saat usia 32 minggu dan hanya tersisa 3-4 persen saja tetap dalam posisi sungsang pada usia 9 bulan. Perputaran spontan dari sungsang menjadi letak kepala sangat sering terjadi, bahkan saat usia kehamilan sudah cukup bulan," ungkap dr Aryando.

Penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa adanya kemungkinan perputaran spontan dari posisi menjadi sungsang ialah ketika letak kepala di atas usia 36 minggu atau sekitar 25 persen. Kemungkinan ini menurun dengan berbagai keadaan, seperti cairan ketuban yang sedikit, tali pusat yang pendek, anak pertama, kaki janin memasuki pintu panggul dan adanya kelainan janin atau rahim.

dr Aryando menyebutkan beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko janin mengalami posisi sungsang, yaitu kelainan anatomi rahim, adanya tumor dalam rahim seperti myoma uteri, kelainan letak plasenta, makin seringnya hamil (contoh: anak ke-4 lebih tinggi resiko sungsang dibanding anak ke-2, dan seterusnya), cairan ketuban terlalu banyak atau terlalu sedikit, panggul sempit, dan kelainan janin.

"Tidak ada intervensi yang bisa dilakukan oleh ibu untuk mencegah bayinya letak sungsang. Satu-satunya hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko kehamilan letak sungsang adalah mencegah punya anak terlalu banyak," tutup dr Aryando.

(vit/vit)

Berita Terkait