Konsultasi Tulang: Bunyi 'Krek' pada Persendian

100 Konsultasi Terpopuler 2014

Konsultasi Tulang: Bunyi 'Krek' pada Persendian

- detikHealth
Rabu, 31 Des 2014 17:42 WIB
Konsultasi Tulang: Bunyi Krek pada Persendian
Jakarta - Bunyi 'krek' saat menekuk buku-buku jari ataupun saat menggeliat mungkin seringkali Anda dengar. Mengapa suara tersebut bisa muncul? Hal ini menjadi salah satu pertanyaan paling populer di tahun 2014.

Andri (23) adalah pembaca yang mengirimkan pertanyaan tentang bunyi 'krek' di Konsultasi Tulang detikHealth. "Saya merasa ada sedikit masalah dengan tulang belakang saya, kalau saya menarik napas panjang dengan dada membusung ke depan, kok tulang di belakang dada saya suka bunyi 'krek' gitu ya? Saya sudah mengalami ini kira-kira dua tahun lamanya. Saya takutnya ini bisa berakibat fatal. Mohon petunjuknya."

Menurut dr Benedictus Megaputera, MSi, SpOT, pengasuh konsultasi Tulang detikHealth, bunyi krek yang terdengar dari belakang dada ketika menarik napas panjang saat dada membusung ke depan, terdapat kemungkinan besar bunyi tersebut datang dari persendian rongga dada.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bunyi 'krek' (cracking sound) yang terdengar saat menggerakkan sendi-sendi tubuh, secara umum adalah kondisi yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Penjelasan tentang bunyi 'krek' ini masih belum diketahui seutuhnya," ucap dr Benedictus.

Ia mengatakan salah satu teori menyatakan bahwa bunyi dapat berasal dari ligamen yang mengencang dengan cepat, atau dari perubahan posisi tendon di sekitar sendi ketika sendi digerakkan. Teori lain mengatakan bahwa bunyi 'krek' dapat berasal dari perpindahan gelembung udara yang terdapat di dalam cairan sendi, saat sendi digerakkan.

"Bunyi 'krek' saja yang tidak disertai keluhan lain, tidak memerlukan tindakan khusus dan tidak akan menimbulkan problem di kemudian hari. Tidak ada obat, supplemen, latihan otot dan olahraga tertentu untuk mencegah timbulnya bunyi ini," ungkap dr Benedictus.

Namun, lain halnya apabila bunyi 'krek' yang dialami ini disertai rasa nyeri, pembengkakan, kesulitan dan keterbatasan gerak sendi, maupun gangguan fungsi tubuh yang lain. Maka, dr Benedictus menyarankan untuk segera datang ke institusi kesehatan terdekat untuk berkonsultasi ke dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi.

(vit/vit)

Berita Terkait