Konsultasi Umum: Mengatasi Mata Minus

100 Konsultasi Terpopuler 2014

Konsultasi Umum: Mengatasi Mata Minus

- detikHealth
Rabu, 31 Des 2014 19:44 WIB
Konsultasi Umum: Mengatasi Mata Minus
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Mata minus bisa dialami siapa saja. Tidak melulu orang dewasa, karena anak-anak pun bisa mengalami mata minus sehingga harus mengenakan kacamata. Bisakah mata minus disembuhkan? Konon jika banyak makan sayuran bisa 'menyembuhkan' mata minus. Benarkah?

Pertanyaan seputar menyembuhkan mata minus menjadi salah satu pertanyaanb terpopuler di Konsultasi Kesehatan detikHealth 2014. Salah satu pertanyaan yang dutujukan untuk dr Dito Anurogo, pengasuh Konsultasi Kesehatan Umum detikHealth dilontarkan oleh Aman Kardi (18). "Dok, apakah mata minus bisa disembuhkan dengan memakan sayuran?"

"Hingga kini, belum ada riset yang menyebutkan bahwa sayuran tertentu dapat menyembuhkan mata minus (miopia)," jawab dr Dito.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

dr Dito menambahkan menurut berbagai literatur dan referensi yang telah dipelajari, mata minus (myopia) tidak dapat dikurangi dengan pengonsumsian vitamin atau suplemen tertentu. Begitu pula dengan kelainan refraksi mata lainnya, seperti mata plus atau hipermetropi, astigmatisme, presbiopi, dan juga katarak.

Dalam istilah kedokteran, mata minus disebut myopia (miopia) atau dikenal sebagai istilah rabun jauh dan penglihatan dekat (short-sightedness). Miopia terjadi apabila cahaya difokuskan di depan retina dan bukan tepat pada retina. Hal itu disebabkan karena kelainan refraksi mata. Organ-organ refraksi mata terdiri dari kornea, lensa, aqueous, dan vitreous humors.

"Miopi atau minus yang tinggi sangat terkait dengan katarak, glaukoma sudut terbuka, makulopati dan choroidal neovascularization, perubahan retina perifer (misalnya degenerasi lattice), lubang retina dan air mata, sebagaimana retinal detachment."

dr Dito menyatakan penggunakan tetes mata (drops) atropine untuk mengontrol bertambahnya miopia (minus) amat menjanjikan bagi penderita mata minus. Sedangkan metode LASIK (Laser-Assisted in Situ Keratomileusis) bertujuan untuk memperbaiki kelainan refraksi mata.

"Diharapkan setelah melakukan LASIK, penderita kelainan refraksi terbebas dari kacamata atau lensa kontak. Angka keberhasilan LASIK mencapai 95-97 persen," ucap dokter yang rajin menulis buku ini.

Menurut dr Dito yang pernah berkarya di Brain and Circulation Institute of Indonesia (BCII), kelainan refraksi yang masih dapat dikoreksi dengan LASIK ialah:
1. mata minus (myopia): -1.00 sampai dengan -13.00 dioptri.
2. silinder: 1.00 sampai dengan 5.00 dioptri.
3. mata plus (hipermetropia): +1.00 sampai dengan +5.00 dioptri

(vit/vit)

Berita Terkait