Kulit dan Kelamin: Kulit Kepala yang Gatal dan Mengelupas

100 Konsultasi Terpopuler 2014

Kulit dan Kelamin: Kulit Kepala yang Gatal dan Mengelupas

- detikHealth
Rabu, 31 Des 2014 19:53 WIB
Kulit dan Kelamin: Kulit Kepala yang Gatal dan Mengelupas
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta -

Siapa sih yang mau garuk-garuk kepala hampir setiap saat karena kulit kepala yang gatal. Apalagi keluhan itu muncul disertai masalah kulit kepala yang mengelupas hingga muncul serpihan putih seperti ketombe. Masalah ini menjadi salah satu pertanyaan terpopuler di konsultasi detikHealth 2014.

Nana, wanita lajang berusia 18 tahun adalah salah satu yang mengeluhkan masalah ini di Konsultasi Kulit dan Kelamin detikHealth. "Dok, kulit kepalaku mengelupas seperti ketombe. Aku sudah ganti-ganti sampo anti-ketombe, tapi hanya sesaat sembuhnya. Kalau sehabis memakai sampo, kepalaku gatal banget, kulit kepalanya mengelupas. Itu bukan hanya di beberapa titik, tapi hampir merata. Solusinya bagaimana ya Dok?"

Menurut dr Eddy Karta, SpKK, pengasuh Konsultasi Kulit dan Kelamin detikHealth, gatal dan kulit kepala bersisik (kulit kepala yang mengelupas) dan menjadi ketombe terjadi pada orang dewasa karena kondisi yang disebut sebagai dermatitis seboroik. Radang kulit lainnya juga bisa timbul saat kondisi fisik sedang tidak baik. Penyakit radang pada kulit ini biasa disebut radang kelenjar minyak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Solusinya dapat memakai sampo anti-ketombe yang mengandung antijamur, tetapi harus dipakai secara rutin agar dapat dijarangkan setelah kelainan membaik. Penggunaan sampo anti-ketombe yang khusus antijamur ialah yang mengandung zat ketoconazol yang dapat ditemukan di toko kesehatan ataupun apotek," papar dr Eddy Karta, dokter spesialis kulit dan kelamin RS Cipto mangunkusumo.

Ia menambahkan jika setelah mencoba berbagai produk tetap tidak ada perbaikan, maka sebaiknya memeriksakan diri karena mungkin membutuhkan perawatan yang lebih menyeluruh dan dicari lagi diagnosis penyakit lainnya yang bergejala menyerupai ketombe, seperti psoriasis.

Menurut dr Eddy, walaupun penyakit ini mengganggu karena efek gatalnya, namun tidak menular. Jamur memiliki peranan dalam pembentukan kondisi ini karena ada jamur yang berperan pada pembentukan ketombe, tetapi jamur bukanlah penyebab utamanya.

"Jamur yang terlibat ialah jamur Malassezia, yang merupakan jamur yang berperan juga pada ketombe. Hal ini karena jamur tersebut memang secara normal ada di kulit kepala," papar dr Eddy.

(vit/vit)

Berita Terkait