Konsultasi Seks: Adakah Efek Samping Berhubungan Intim Setiap Hari?

100 Konsultasi Terpopuler 2014

Konsultasi Seks: Adakah Efek Samping Berhubungan Intim Setiap Hari?

- detikHealth
Jumat, 02 Jan 2015 09:17 WIB
Konsultasi Seks: Adakah Efek Samping Berhubungan Intim Setiap Hari?
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Bagi pengantin baru, wajar saja jika hubungan intim dilakukan setiap hari akibat hasrat seksual yang meningkat. Tapi sebenarnya adakah efek samping berhubungan intim setiap hari?

Persoalan ada tidaknya efek samping dari berhubungan intim setiap hari menjadi salah satu pertanyaan terpopuler di rubrik Konsultasi Seksologi sepanjang 2014. Pertanyaan itu antara lain disampaikan oleh Dha Manz, laki-laki menikah berusia 26 tahun. "Dok, yang saya mau tanyakan. Saya baru nikah 2 minggu yang lalu, tapi istri saya udah merasakan mual-mual. Apakah istri saya hamil. Apakah berhubungan badan tiap malam ada efek sampingnya?"

Menurut dr Andri Wanananda MS, pengasuh Konsultasi Seksologi detikHealth, berhubungan intim setiap malam tidak memiliki efek samping selama dilakukan saat kondisi tubuh bugar serta atas kehendak bersama. Hal-hal yang mempengaruhi frekuensi hubungan seksual pada setiap individu ialah faktor usia dan kebugaran seksual.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Frekuensi ML amat jarang pada pasangan lansia, dan faktor kebugaran seksual dapat ditentukan oleh kebugaran jasmani dan psikis, jika alah satu pasangan sedang sakit atau sedang stres, frekuensi ML akan menurun," papar dr Andri yang merupakan anggota Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI).

Namun, jika frekuensi hubungan intim kerap mengganggu produktivitas kerja sehari-hari, dr Andri menyarankan kepada setiap pasangan untuk menyalurkan hasrat tersebut kepada kegiatan olahraga, hobi atau latihan spiritual yang sesuai dengan keyakinan agama atau kepercayaan tiap-tiap individu seperti berzikir, retreat, meditasi, yoga, dan sebagainya.

Nah, terkait mual-mual yang dirasakan istri, dr Andri mengatakan ada dua kemungkinan yakni sakit lambung dan hamil. Kehamilan bisa saja langsung dialami perempuan beberapa waktu setelah malam pertama.

"Hamil bisa saja terjadi, bila saat 'malam pertama', istri sedang dalam periode subur, yaitu saat timbulnya ovulasi (keluarnya sel telur ke dalam saluran tuba dalam rahim). Untuk memastikan kehamilan, lakukan testpack air seni (urine)-nya. Namun, bila hasilnya negatif ia berkemungkinan mengidap penyakit lambung atau penyakit lain dengan gejala mual, untuk memastikannya dianjurkan untuk mengonsultasikannya ke dokter," ujar dr Andri.

(vit/vit)

Berita Terkait