Rambut terus-menerus rontok bahkan sampai membuat kepala nyaris botak tentu membuat khawatir. Apalagi jika aneka sampo dan tonik yang disebut-sebut bisa mengatasi keluhan ini tidak mempan. Duh, bagaimana sih caranya agar rambut bisa tebal kembali?
Pertanyaan seputa rambut yang rontok menjadi salah satu pertanyaan paling populer di Konsultasi Kulit dan Kelamin 2014. Salah satu kasus seperti ini dialami Angga, pria lajang berusia 21 tahun. "Dok, sudah 2 tahun rambut saya mulai rontok. 3 bulan terakhir rontoknya makin parah, mungkin akibat rambut saya warnai. Sekarang rambut saya jadi tipis sekali termasuk jambangnya pun ikut tipis. Bagian depan sudah mulai botak. Saya juga sudah sering ganti shampo dan tonic, juga pernah pakai lidah buaya. Apakah rambut saya bisa tebal dan tumbuh kembali? Apa saja resepnya?"
Menurut dr Eddy Karta, SpKK, pada umumnya rambut rontok dan menipis yang disebabkan kesalahan perawatan atau kondisi tubuh yang kurang baik akan kembali lagi setelah kondisi tubuh membaik. "Namun, dibutuhkan waktu 3 bulan sampai setahun untuk mengembalikannya semula, jika kulit kepala dan batang rambut tidak bermasalah. Vitamin atau suplemen untuk kesehatan rambut dapat digunakan untuk membantu pertumbuhannya," ucap dr Eddy, dokter spesialis kulit dan kelamin RS Cipto Mangunkusumo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rambut rontok memiliki 2 jenis, yaitu hair fall dan hair loss, dimana hair fall merupakan kerontokan yang disebabkan kurangnya kolagen yang merupakan salah satu protein yang menyusun tubuh manusia. Keberadaan kolagen kurang lebih mencapai 30 persen dari seluruh protein yang terdapat di tubuh, termasuk di rambut. "Jika kolagennya sudah berkurang, maka sel rambut akan mati, berhenti tumbuh, dan kemudian rontok. Biasanya disebabkan oleh beberapa faktor seperti melakukan diet ketat, sedang hamil, setelah melahirkan, atau mungkin sedang sakit," ungkap dr Eddy.
Sementara hair loss merupakan rontoknya rambut tanpa ada gantinya kembali secara perlahan-lahan pada bagian tertentu, atau disebut kebotakan. Biasanya lebih sering dialami pria dan bersifat genetik walaupun sebagian kecil wanita juga dapat mengalaminya. Kondisi hair loss tidak hanya dialami lansia lho, justru biasanya sering dialami laki-laki yang mulai berusia 25-27 tahun.
Kebotakan karena faktor genetika juga masih dapat diperbaiki, dr Eddy menyatakan, selama folikel rambut masih ada yang ditandai dengan pori-pori masih berambut, kemungkinan kebotakan dapat diperbaiki. Serta, selama dilakukannya perawatan, rambut akan tetap tumbuh, tetapi akan berkurang kembali sesuai berjalannya waktu jika perawatan dihentikan.
"Solusinya, untuk hair fall bisa dengan memilih shampo khusus rambut rontok yang disertai konsumsi makanan tinggi protein seperti seafood, daging, dan kacang-kacangan. Kemiri juga bisa untuk mengobati hair fall yang digunakan secara rutin. Sedangkan untuk hair loss, lebih baik berkonsultasi ke dokter spesialis kulit karena pengobatannya akan lebih efektif jika dibarengi dengan kombinasi obat minum dan serum khusus dari dokter," tutup dr Eddy.
(vit/vit)











































