Konsultasi Seks: Dampak Masturbasi pada Miss V

100 Konsultasi Terpopuler 2014

Konsultasi Seks: Dampak Masturbasi pada Miss V

- detikHealth
Jumat, 02 Jan 2015 16:14 WIB
Konsultasi Seks: Dampak Masturbasi pada Miss V
Jakarta - Masturbasi bisa dilakukan siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. Namun adakah dampaknya bagi Miss V jika seorang perempuan melakukan masturbasi? Inilah salah satu pertanyaan paling populer di Konsultasi Seksologi detikHealth sepanjang 2014.

Pertanyaan tentang hal ini antara lain dilontarkan Norhayati, perempuan berusia 36 tahun. Apakah Miss V akan menjadi longgar jika melakukan masturbasi?"

Menurut dr Andri Wanananda, MS, masturbasi dengan memasukan jari tangan ke dalam Miss V tidak akan membuat rongga vagina melonggar. Hal ini dikarenakan dinding vagina merupakan jaringan otot halus yang elastis yang dipengaruhi oleh persarafan, pembuluh darah dan hormon wanita (estrogen dan progesteron). Hormon tersebut berfungsi sebagai pengatur kepekaan dan elastisitas dinding vagina.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rongga vagina akan lebih longgar saat wanita mengalami menopause di atas usia 50 tahun dikarenakan menurunnya kadar hormon estrogen dan progesteron," papar dr Andri yang juga anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI).

Ia menambahkan saat menjelang orgasme, rongga Miss V dapat merekah mengikuti irama, lalu menjepit saat orgasme tercapai, serta saat relaksasi orgasme rongga vagina akan kembali seperti kondisi awal.

dr Andri menerangkan jika terjadi iritasi pada dinding rongga vagina atau pada selaput dara (hymen), hal itu terjadi akibat memasukan jari ke dalam Miss V yang memicu pendarahan. Sehingga, ia menyarankan untuk mencucinya dengan larutan garam steril (NaCl 0,9%) atau larutan boorwater.

"Rangsangan sekitar vagina yang paling dalam cukup sampai klentit (klitoris) atau dinding vagina luar (labia mayora) saja. Lakukan masturbasi secara higienis (memperhatikan aspek kebersihan) dengan frekuensi yang tidak mengganggu kegiatan rutin sehari-hari," tutup dr Andri yang juga berprofesi sebagai pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara.

(vit/up)

Berita Terkait