Konsultasi Gizi: Camilan Sehat untuk si Kecil

100 Konsultasi Terpopuler 2014

Konsultasi Gizi: Camilan Sehat untuk si Kecil

- detikHealth
Jumat, 09 Jan 2015 10:49 WIB
Konsultasi Gizi: Camilan Sehat untuk si Kecil
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Mengemil bukan sesuatu yang buruk selama camilannya adalah camilan sehat. Nah, untuk si kecil, camilan apa sih yang bisa diberikan? Pertanyaan seputar camilan sehat untuk anak-anak merupakan salah satu yang terpopuler di Konsultasi Gizi detikHealth 2014.

Salah satu pertanyaan dikirim Sasha (29). "Saya punya anak balita usia 3 tahun. Kira-kira di usia seperti itu camilan yang baik buat dia apa ya? Selama ini sih saya sering kasih biskuit, agar-agar yang saya bikin sendiri, dan buah, tapi dia suka bosan. Adakah variasi lain untuk camilan anak-anak? Kira-kira di usia berapa anak bisa diperkenalkan dengan camilan orang dewasa seperti gorengan, kue kering, atau cokelat?"

Menurut Leona Victoria Djajadi MND, pengasuh Konsultasi Gizi detikHealth, camilan yang paling sehat untuk balita ialah buah, produk susu seperti susu, yoghurt, keju, serta sayur-sayuran. Semua bahan tersebut dapat juga dikombinasikan menjadi sandwich dengan roti atau biskuit, maupun cracker.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memvariasikannya dengan menggunakan imajinasi, lakukan pemotongan buah atau roti dengan bentuk-bentuk bervariasi atau diatur dengan cantik di atas piring. Saat ini sedang trend food art untuk kids lunch atau snack yang bisa dicari melalui internet," saran Victoria.

Ia menambahkan mengajak si buah hati membuat snacknya sendiri, penting dilakukan untuk mengasah kemampuan seninya. Misalnya, seperti menyusun potongan pisang, strawberry, timun dan anggur bergantian di piring membentuk caterpillar atau kalung sehingga anak tertarik terhadap makanan tersebut.

"Hal lain yang bisa dilakukan adalah mengganti jenis buah atau menambahkan jenis camilan. Kalau anak saya suka sekali rumput laut, baik yang kering seperti kertas maupun yang seperti jelly serut. Jadi itu suka saya berikan dan juga keju-keju yang berbentuk slice/ batangan. Susu dan yoghurt dapat dikombinasikan dengan sayur dan buah jadi milkshake, lalu lebih jauh lagi milkshake tersebut bisa dijadikan ice-pop. Jadi, inilah cara memancing anak mengonsumsi snack sehat," papar Victoria.

Sementara snack sejenis kue kering dan cokelat sebenarnya juga diberikan. Namun, ada baiknya menurut Victoria anak ditawarkan terlebih dahulu snack sehat yang biasa, kemudian susu atau keju (jika si kecil masih lapar), lalu berikan cokelat ketika ia merasa masih lapar.

"Jadi itu pilihan terakhir saat anak sudah kenyang sehingga tidak makan terlalu sering dan banyak. Intinya tawarkan buah atau produk susu (keju, yoghurt/susu) sebagai snack sebelum menawarkan biskuit atau krupuk yang tidak mempunyai nilai gizi," tutup Victoria.

(vit/vit)

Berita Terkait