Soal diabetes menjadi salah satu pertanyaan yang paling populer di rubrik Konsultasi Umum DetikHealth sepanjang 2014. Salah satu pertanyaannya datang dari Wasmin Nimsaw (48). " Dok, saya pernah cek di lab, gula darah saya puasa 101, setelah puasa 162, apakah saya sudah kena diabetes?"
dr Dito Anurogo, pengasuh rubrik Konsultasi Umum DetikHealth menerangkan bila seseorang mencurigai adanya diabetes mellitus (DM) harus disesuaikan dengan keluhan atau gejala klasik DM seperti poliuria (banyak atau sering kencing), polidipsia (sering merasa haus), polifagia (sering makan dan merasa lapar), dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia merekomendasikan beberapa perilaku untuk ditaati penyandang diabetes mellitus, yaitu mengikuti pola makan dan minum yang sehat dan seimbang, meningkatkan kesehatan jasmani atau berolahraga teratur dan rutin, menggunakan obat diabetes dan obat-obat pada keadaan khusus secara aman dan teratur, serta melakukan Pemantauan Glukosa Darah Mandiri (PGDM)dan memanfaatkan data yang ada.
Bila ada luka yang tak kunjung sembuh, menurut dr Dito terdapat banyak faktor kemungkinan, diantaranya penurunan daya tahan tubuh, adanya faktor penyulit, adanya infeksi sekunder, proses infeksi telah menjalar ke organ lain, masa penyembuhan sedang berjalan/berlangsung, ada penurunan faktor pembekuan darah, ada gangguan hemostasis/pembekuan darah, dsb.
"Untuk pengobatannya, langkah awal tentunya membersihkan (desinfeksi) daerah luka dengan obat merah/betadine/povidone iodine. Lebih baik lagi bila dilakukan debridement (pembuangan jaringan yang mati, pembersihan infeksi, agar cepat terjadi pemulihan/penyembuhan). Kemudian sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter umum atau dokter keluarga atau puskesmas terdekat," papar dokter yang rajin menulis buku kesehatan ini.
(vit/vit)










































