Konsultasi Umum: Gejala Diabetes

100 Konsultasi Terpopuler 2014

Konsultasi Umum: Gejala Diabetes

- detikHealth
Selasa, 13 Jan 2015 10:15 WIB
Konsultasi Umum: Gejala Diabetes
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Sering kali orang dengan diabetes tidak menyadari bahwa dirinya mengalami diabetes. Sehingga kasus penderita yang belum terdiagnosa masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Apalagi diprediksikan pada tahun 2035 akan ada 14,1 juta orang Indonesia yang hidup dengan diabetes.

Soal diabetes menjadi salah satu pertanyaan yang paling populer di rubrik Konsultasi Umum DetikHealth sepanjang 2014. Salah satu pertanyaannya datang dari Wasmin Nimsaw (48). " Dok, saya pernah cek di lab, gula darah saya puasa 101, setelah puasa 162, apakah saya sudah kena diabetes?"

dr Dito Anurogo, pengasuh rubrik Konsultasi Umum DetikHealth menerangkan bila seseorang mencurigai adanya diabetes mellitus (DM) harus disesuaikan dengan keluhan atau gejala klasik DM seperti poliuria (banyak atau sering kencing), polidipsia (sering merasa haus), polifagia (sering makan dan merasa lapar), dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kadar gula darah sewaktu 101 belum indikasi DM. Adapun kadar gula darah puasa 162, maka perlu ditanyakan lebih lanjut tentang gejala klasik DM, bila ada semuanya, maka ada kecenderungan ke DM," ucap dr Dito yang pernah berkarya di Comprehensive Herbal Medicine Institute (CHMI).

Ia merekomendasikan beberapa perilaku untuk ditaati penyandang diabetes mellitus, yaitu mengikuti pola makan dan minum yang sehat dan seimbang, meningkatkan kesehatan jasmani atau berolahraga teratur dan rutin, menggunakan obat diabetes dan obat-obat pada keadaan khusus secara aman dan teratur, serta melakukan Pemantauan Glukosa Darah Mandiri (PGDM)dan memanfaatkan data yang ada.

Bila ada luka yang tak kunjung sembuh, menurut dr Dito terdapat banyak faktor kemungkinan, diantaranya penurunan daya tahan tubuh, adanya faktor penyulit, adanya infeksi sekunder, proses infeksi telah menjalar ke organ lain, masa penyembuhan sedang berjalan/berlangsung, ada penurunan faktor pembekuan darah, ada gangguan hemostasis/pembekuan darah, dsb.

"Untuk pengobatannya, langkah awal tentunya membersihkan (desinfeksi) daerah luka dengan obat merah/betadine/povidone iodine. Lebih baik lagi bila dilakukan debridement (pembuangan jaringan yang mati, pembersihan infeksi, agar cepat terjadi pemulihan/penyembuhan). Kemudian sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter umum atau dokter keluarga atau puskesmas terdekat," papar dokter yang rajin menulis buku kesehatan ini.

(vit/vit)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads