Mimpi basan menjadi salah satu pertanyaan terpopuler di Konsultasi Seksologi 2014. Salah satunya ditanyakan oleh Mahmud Albani, pria berusia 20 tahun. "Di usia saya saat ini kenapa ya belum pernah merasakan mimpi basah beserta sensasinya? Pernah, tapi tidak keluar air mani seperti yang saya dengar kebanyakan pria pada umumnya dan hanya 1 kali, itupun tidak disertai mimpi dan sensasi nikmat. "
dr Andri Wanananda, MS, dalam jawaban di Konsultasi Seksologi 2014 mengatakan usia 20 tahun relatif masih muda. Menurutnya, hanya tunggu 'tanggal mainnya' untuk merasakan pengalaman eksotik-erotik di siang hari yang intensitas sensualnya cukup tinggi, hingga bisa memicu mimpi-basah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat tidur lelap, sensasi yang disimpan dalam otak ini akan muncul dalam bentuk mimpi yang erotik, hingga mampu secara refleks memicu ejakulasi sperma. Proses ini dikenal sebagai 'mimpi basah' (wet-night-dreaming)," papar dr Andri yang merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
dr Andri yang juga anggota Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI), mempertegas pernyataannya bahwa mimpi basah akan muncul bila intensitas sensual yang dialami pada siang hari cukup tinggi untuk disimpan di alam subsadar otak. Sementara bila intensitas sensual tidak cukup tinggi, maka tidak akan memicu mimpi basah.
Ia menambahkan saat mimpi basah terjadi, cairan sperma akan refleks keluar atau terjadi ejakulasi. Artinya ketika seorang pria bangun dari mimpi dan menemukan cairan sperma telah mengental seperti agar-agar, membeku dan mengering seperti kerak hal itu dikarenakan cairan sperma yang telah cukup lama berada di luar dan terpapar udara. Proses tersebut normal dan tidak terindikasi penyakit.
(vit/vit)











































