Konsultasi Seks: Miss V yang Selalu Berdarah Saat Bercinta

100 Konsutasi Terpopuler 2014

Konsultasi Seks: Miss V yang Selalu Berdarah Saat Bercinta

- detikHealth
Rabu, 14 Jan 2015 10:43 WIB
Konsultasi Seks: Miss V yang Selalu Berdarah Saat Bercinta
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Miss V yang berdarah di malam pertama mungkin wajar-wajar saja. Tapi jika Miss V selalu mengeluarkan darah setiap kali bercinta tentu membuat khawatir. Apakah ini pertanda penyakit tertentu?

Miss V masih sering berdarah saaat berhubungan seks menjadi salah satu pertanyaan terpopuler di Konsultasi Seksologi 2014. Seperti yang dialami Rose, "Saya wanita usia 21 tahun baru menikah 2 bulan yang lalu, tiap saya melakukan seks dengan suami di pertengahan saya suka cek pakai tisu atau kain, ternyata berdarah. Apa itu masalah? Bulan kemarin saya tidak haid."

Menurut dr Andri Wanananda MS, pengasuh Konsultasi Seksologi DetikHealth, pada pasangan baru terjadi bercak darah di vagina sesudah hubungan seksual lazim terjadi. Hal ini disebabkan iritasi pada dinding vagina saat penetrasi penis, lantaran lubrikasi (pelendiran) Miss V yang belum optimal. Selain itu penetrasi penis ke dalam vagina yang terburu-buru juga bisa menyebabkan iritasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masalahnya, lubrikasi (pelendiran) vagina belum cukup, hingga dinding vagina mudah lecet tergores batang penis," papar dr Andri, anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan anggota Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI).

dr Andri menganjurkan pada pasangan pria untuk melakukan foreplay lebih lama pada zona-zona erotik tubuh istri supaya lubrikasi maksimal pada vagina agar terhindar dari pendarahan. Sementara letak zona-zona erotik tubuh dapat dilihat di: andriwanananda.blogderik.com

dr Andri menambahkan, jika pasangan wanita juga mengalami keputihan (fluor albus) yang abnormal, ia menyarankan untuk melakukan pemeriksaan papsmear (tes lendir vagina). Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan penyebab keputihan yang banyak dan bau menyengat, apakah keputihan tersebut disebabkan bakteri, jamur, atau Trichomonas vaginalis. Hasil pemeriksaan papsmear ini, penting untuk ditunjukan kepada dokter spesialis kebidanan atau dokter keluarga.

Sementara keputihan yang tidak bewarna kuning atau hijau, tetapi berbau tidak sedap, hal itu menunjukan terjadinya infeksi dan peradangan. Untuk wanita yang memiliki keluhan tersebut, dr Andri menyarankan untuk tidak melakukan hubungan intim terlebih dahulu sembari dicari apa penyebab dan pengobatannya.

(vit/vit)

Berita Terkait