Pertanyaan seputar selaput dara merupakan salah satu pertanyaan terpopuler di Konsultasi Seksologi di 2014. Salah pertanyaan datang dari Putri. "Bila seorang istri sering melakukan ML (bersanggama) tapi selaput dara belum juga robek karena belum pernah berdarah apakah bisa hamil? Apakah kalau hamil selaput dara pasti pecah?"
dr Andri Wanananda, MS, pengasuh Konsultasi Seksologi detikHealth menuturkan hubungan intim, penetrasi penis ke dalam vagina seorang perawan, tidak selalu menimbulkan perdarahan. Hal ini terjadi pada perempuan yang memiliki selaput dara (hymen) yang kenyal. Masalahnya, hingga saat ini budaya lokal menganggap keperawanan (virginitas) ditentukan oleh keutuhan selaput dara, Miss V mesti berdarah saat malam pengantin. Padahal, tidak selalu demikian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selaput dara berlubang bagian tengahnya, hingga darah haid bisa keluar saat menstruasi tiap bulan. Jelasnya, hanya tepinya yang ditutup selaput dara," ucap dr Andri.
Jika vagina digaruk apakah akan menimbulkan robekan pada selaput dara? Menurut dr Andri tidak, sepanjang jari tangan ketika menggaruk tidak menimbukan iritasi pada selaput dara di dalam vagina. Jika garukan sebatas bibir luar vagina (labia mayora) dan bibir dalamnya (labia minora) tidak akan menimbulkan iritasi atau robekan pada selaput dara.
Selaput dara (hymen) memiliki bentuk dan derajat kelembutan serta fleksibilitas yang berbeda-beda pada tiap perempuan. Perlu diketahui sepanjang cairan sperma bisa melesat masuk ke dalam rahim maka kehamilan pun akan terjadi.
Dikatakan dr Andri, mat keliru bila menganggap selaput dara berupa selaput tipis yang rapat sekitar liang vagina. Karena kenyataanya, selaput dara itu berlubang di tengahnya. Dengan kondisi seperti itu bisa terjadi penetrasi penis tanpa menimbulkan robekan pada selaput dara.
"Hubungan intim tanpa pecahnya selaput dara tetap bisa menimbulkan kehamilan. Hal ini terjadi pada wanita dengan selaput darah kenyal," jelas dr Andri.
(vit/vit)











































