Konsultasi Urologi: Efek Menahan Kencing

100 Konsultasi Terpopuler 2014

Konsultasi Urologi: Efek Menahan Kencing

- detikHealth
Rabu, 14 Jan 2015 12:15 WIB
Konsultasi Urologi: Efek Menahan Kencing
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Jika Anda terjebak kemacetan, mungkin Anda harus menahan hasrat ingin buang air kecil yang melanda sampai menemukan toilet umum. Bisa jadi karena malas bolak-balik ke kamar kecil, keinginan untuk kencing pun ditahan. Apa efeknya?

Seputar hasrat berkemih ini menjadi salah satu pertanyaan terpopuler di Konsultasi Urologi detikHealth di 2014. Salah satunya ditanyakan oleh Irwan, pria menikah berusia 30 tahun. "Pada awalnya saya suka menahan kencing selama minggu ini (tidak terlalu sering sih). Lalu pada 3 hari setelahnya saluran kencing saya pada ujung penis terasa perih dan hangat urinenya. Setelah konsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam melalui USG tidak ada batu di ginjal. Dan hasil lab pun normal."

Sepekan setelah berobat, Irwan kembali menjalani kebiasaannya dulu. Dia pun berolahraga dengan cara lari-lari, lompat, dan push up. Namun setelah 1 hari perut kanan bawah Irwan agak sakit dan seperti tertarik. Mengapa bisa demikian? Apakah efek menahan kencing?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

dr. M. Ayodhia Soebadi, SpU pengaduh Konsultasi Urologi detikHealth menjelaskan kencing yang hangat dapat merupakan akibat menahan kencing yang dilakukan. Sementara rasa nyeri pada perut kanan bawah mungkin terkait keluhan kencing apabila menjalar ke pinggang, atau akibat olahraga yang dilakukan.

Terlalu sering menahan pipis membuat seseorang bisa terserang gangguan kemih. Air seni yang tersisa karena sering menahan pipis rentan menyebabkan infeksi. Infeksi ini biasanya menyerang kandung kemih seseorang. Jika tak ditangani dan kondisinya semakin parah, infeksi ini bisa menjalar dan memengaruhi fungsi ginjal.

Untuk diketahui kapasitas air seni normal manusia adalah 300-400 cc. Nah, ketika ditahan, kapasitas yang dapat ditampung oleh kandung kemih meningkat hingga 500-600 cc. Sementara itu secara normal, manusia dapat menghasilkan 50-100 cc air seni. Dengan demikian, batas maksimal seseorang menahan kencing hingga kandung kemih penuh adalah kurang lebih 5-6 jam.

Sementara itu kebutuhan cairan tubuh tergantung cairan yang masuk melalui pencernaan dan cairan yang keluar dari keringat serta penguapan dan pernapasan. Secara umum kebutuhan cairan manusia adalah 1,5 - 3 L sesuai berat badan, aktivitas, dan komposisi tubuh.

"Dalam ruangan berpendingin udara umumnya men

(vit/vit)

Berita Terkait