Seputar hasrat berkemih ini menjadi salah satu pertanyaan terpopuler di Konsultasi Urologi detikHealth di 2014. Salah satunya ditanyakan oleh Irwan, pria menikah berusia 30 tahun. "Pada awalnya saya suka menahan kencing selama minggu ini (tidak terlalu sering sih). Lalu pada 3 hari setelahnya saluran kencing saya pada ujung penis terasa perih dan hangat urinenya. Setelah konsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam melalui USG tidak ada batu di ginjal. Dan hasil lab pun normal."
Sepekan setelah berobat, Irwan kembali menjalani kebiasaannya dulu. Dia pun berolahraga dengan cara lari-lari, lompat, dan push up. Namun setelah 1 hari perut kanan bawah Irwan agak sakit dan seperti tertarik. Mengapa bisa demikian? Apakah efek menahan kencing?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlalu sering menahan pipis membuat seseorang bisa terserang gangguan kemih. Air seni yang tersisa karena sering menahan pipis rentan menyebabkan infeksi. Infeksi ini biasanya menyerang kandung kemih seseorang. Jika tak ditangani dan kondisinya semakin parah, infeksi ini bisa menjalar dan memengaruhi fungsi ginjal.
Untuk diketahui kapasitas air seni normal manusia adalah 300-400 cc. Nah, ketika ditahan, kapasitas yang dapat ditampung oleh kandung kemih meningkat hingga 500-600 cc. Sementara itu secara normal, manusia dapat menghasilkan 50-100 cc air seni. Dengan demikian, batas maksimal seseorang menahan kencing hingga kandung kemih penuh adalah kurang lebih 5-6 jam.
Sementara itu kebutuhan cairan tubuh tergantung cairan yang masuk melalui pencernaan dan cairan yang keluar dari keringat serta penguapan dan pernapasan. Secara umum kebutuhan cairan manusia adalah 1,5 - 3 L sesuai berat badan, aktivitas, dan komposisi tubuh.
"Dalam ruangan berpendingin udara umumnya men
(vit/vit)











































