Konsultasi Kandungan: Masalah Menstruasi

100 Konsultasi Terpopuler 2014

Konsultasi Kandungan: Masalah Menstruasi

- detikHealth
Rabu, 14 Jan 2015 12:43 WIB
Konsultasi Kandungan: Masalah Menstruasi
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Menstruasi jamak menyapa wanita yang sudah memasuki usia pubertas. Namun datangnya menstruasi bukan tanpa masalah. Beberapa orang mengeluhkan masalah menstruasi. Misalnya saja menstruasi yang tidak datang rutin. Masalah menstruasi adalah salah satu yang paling populer di Konsultasi Kandungan detikHealth 2014.

Salah satunya ditanyakan Diana. "Saya mau tanya mengenai siklus menstruasi dan keputihan. Saya sering sekali keputihan tapi warnanya bening, hanya terkadang cenderung cokelat. Keputihan saya baru-baru ini ada bercak darahnya, Dok entah karena mau menstruasi atau tidak. Tapi setelah ada darah sedikit di keputihan, saya tidak langsung mens sampai sekarang."

Keputihan seperti ini sudah dialami Diana sejak SMP. Bahkan keputihan yang muncul selalu berlebihan hingga tembus ke rok sekolah Soal menstruasi, Diana juga mengalami ketidaklancaran. Kadang sebulan sekali, pernah sampai lima bulan tidak kunjung mens. Dia pun pernah mens sampai 40 hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dijelaskan dr Hari Nugroho, SpOG, keputihan adalah hal yang sering dialami oleh wanita. Keputihan tidak selamanya suatu proses yang berbahaya. Bisa merupakan hal yang sangat normal, terutama apabila keputihan tersebut berkaitan dengan siklus haid, walaupun secara jumlah bisa berbeda-beda dari satu wanita dengan wanita lain.

Beberapa hal juga akan mempengaruhi produksi keputihan, seperti penggunaan obat-obatan hormonal dan kehamilan. Harus dicurigai bahwa keputihan tersebut abnormal apabila didapatkan bau menyengat tidak sedap, gatal, warna kemerahan pada kemaluan akibat keputihan tersebut, panas badan dan nyeri saat berhubungan. Kemungkinan besar bila ada gejala tersebut maka adanya infeksi bakteri, jamur, hingga parasit.

Menstruasi dikatakan normal apabila terjadi setiap 21 hingga 35 hari. Secara statistik, kemungkinan terbesar keterlambatan haid pada usia reproduksi adalah kehamilan. Sedangkan kemungkinan tertinggi penyebab pada kasus bukan kehamilan adalah karena 2 hal, yaitu kelainan anatomi (didapatkan tumor jinak seperti myom dan kista sampai tumor ganas atau kanker) dan kelainan sistemik (kelainan hormonal, kelainan fungsi darah, dsb).

Apa saja yang membuat hormon tidak seimbang sehingga menstruasi menjadi tidak teratur? Mulai stres, kegemukan, terlalu kurus dan kurang matangnya jalur hormonal dari otak ke indung telur.

"Tetapi bisa juga karena sistem umpan balik hormonal yang belum matang. Apabila penyebabnya yang pertama, menurunkan berat badan dan mengubah gaya hidup dapat memperbaiki. Tetapi apabila penyebabnya yang kedua, maka seiring dengan bertambahnya usia akan teratur dengan sendirinya," jelas dr Hari.

Umumnya, kata dr Hari, pemberian obat hormonal (pil KB) akan membantu menormalkan siklus haid. Tetapi apabila penyebab utamanya tidak diatasi, setelah pil hormonal tidak diminum akan terjadi lagi ketidakteraturan mens ini.

(vit/vit)

Berita Terkait