Konsultasi Umum: Sakit Kepala yang Mengganggu

100 Konsultasi Terpopuler 2014

Konsultasi Umum: Sakit Kepala yang Mengganggu

- detikHealth
Rabu, 14 Jan 2015 14:16 WIB
Konsultasi Umum: Sakit Kepala yang Mengganggu
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - "Duh kepalaku cenat-cenut, nyut-nyutan, bikin gak nyaman." Keluhan semacam itu sering dilontarkan seseorang yang tengah mengalami sakit kepala. Ya, sakit kepala dapat dialami setiap orang dan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Tak heran, pertanyaan terkait sakit kepala sering diajukan pembaca DetikHealth, berikut ini ialah kasus yang dialami Eko Prabowo (21). "Dulu waktu saya SMP kepala saya pernah dipukul tepat di ubun-ubun setelah itu muntah darah. Efek dari pemukulan itu baru terasa sekarang kepala saya sering pusing yang menyiksa kadang separuh/seluruh kepala dan daya ingat saya turun tajam. Kira-kira kondisi kelainan kepala seperti apa yang saya alami Dok?"

Menurut dr Dito Anurogo, pengasuh Konsultasi Kesehatan Umum, terkait kepala yang sering merasa pusing, terdapat kemungkinan yang mengarah kepada gangguan sakit kepala simtomatis. Hal ini berkaitan dengan adanya riwayat trauma (cedera) kepala.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi bisa saja sakit kepala tersebut mengarah ke jenis sakit kepala idiopatik, seperti tension type headache, migrain, sakit kepala kluster dan gangguan sakit kepala trigeminoautonomic, dan sakit kepala primer lain," ujar dr Dito Anurogo.

Untuk mendiagnosis awal sakit kepala (pusing), dr dito memaparkan macam-macam pemeriksaan seperti pemeriksaan neurologis, pemeriksaan cervical spine (tulang belakang servikal), pemeriksaan tulang rahang dan status otodontik (gigi) yang meliputi membran mukosa.

"Pengukuran tekanan darah, penilaian status vaskuler (pembuluh darah), auskultasi (mendengarkan bunyi) jantung dan paru-paru, palpasi (penekanan) rongga perut, dan inspeksi kulit juga perlu diperiksa untuk mendiagnosis awal sakit kepala (pusing)," imbuh dr Dito, yang pernah berkarya di Comprehensive Herbal Medicine Institute (CHMI).

Menurutnya, dokter akan merekomendasikan CT scan, MRI, digital substraction angiography, ultrasonography, electroencephalogram, rontgen atau radiography cervical spine atau sinus sesuai indikasi bila diperlukan," tambah dr Dito lagi.

Pada pemeriksaan neurologis, akan dikhususkan pada pemeriksaan status saraf serebral (otak), status refleks, sensasi, sistim lokomotor dan koordinasi, serta tes neuropsikologis. Sementara tentang penurunan daya ingat, dr Dito memaparkan beberapa kemungkinan diagnosis bandingnya, yaitu subjective cognitive impairment, mild cognitive impairment, malingering.

"Untuk memastikannya diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter," tutup dr Dito.

(vit/vit)

Berita Terkait