Tulang Lemas Terkena Periodik Paralesis

Tulang Lemas Terkena Periodik Paralesis

detikHealth
Senin, 14 Des 2009 10:15 WIB
Ditulis oleh:
Tulang Lemas Terkena Periodik Paralesis
Jakarta -

Dokter saya ingin tanya, istri saya (umur 23, tinggi 168 cm, berat 48 kg) didiagnosa terkena periodik paralesis. Yang saya tanyakan, bagaimana cara menyembuhkannya? Apakah ada obat yang aman buat dikonsumsi karena tulangnya sering sakit dan kaku. Istri saya juga menderita maag. Terimakasih dok.

Gazkid Diji, gazkid05@yahoo.com


Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Paralisis Periodik adalah penyakit yang disebabkan kelainan elektrolit atau ion terutama ion kalium pada sel-sel otot sehingga menimbulkan gejala tubuh atau anggota badan seperti tungkai tiba-tiba lemas atau lumpuh yang gejalanya dapat muncul berulang kali. Umumnya, penderita tidak mengalami kelumpuhan tetapi kadangkala timbul keluhan kram pada otot. Paralisis periodik dapat merupakan penyakit bawaan (primer) atau disebabkan penyakit lain (sekunder).

Oleh karena itu, yang perlu dilakukan pertama kali adalah mendeteksi adakah penyakit lain yang menyebabkan paralisis periodik seperti penyakit gondok (misalnya hipertiroid) atau kelainan ginjal (misalnya renal tubular acidosis) dengan pemeriksaan laboratorium khusus.

Pada paralisis periodik sekunder, gejala akan berkurang jika penyakit yang mencetuskannya diobati. Sedangkan paralisis periodik primer disebabkan kelainan bawaan pada kanal ion kalium di otot. Cara pencegahannya adalah dengan menghindari pekerjaan atau olahraga yang berat dan makanan yang mengandung karbohidrat atau gula yang tinggi. Selain itu, obat seperti acetazolamid dapat mencegah atau minimal mengurangi frekuensi serangan.

Bila terjadi serangan kelumpuhan, sebaiknya penderita segera dibawa ke dokter terutama untuk mengobati kalium yang rendah dan mencegah komplikasi seperti gangguan irama jantung atau infeksi paru.

Paralisis periodik dapat sembuh atau tidak bergantung pada jenisnya, tetapi pada paralisis periodik primer atau bawaan, gejala akan berkurang seiring pertambahan usia dan semakin jarang ditemui setelah usia 50 tahun.

Dr. I.H Barnedh
Dokter Spesialis Saraf di Rumah Sakit Puri Indah, Jl. Puri Indah Raya Blok S-2, Kembangan Selatan, Jakarta Barat. Telepon: 25695222.

(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads