Dokter saya ingin tanya, istri saya (umur 23, tinggi 168 cm, berat 48 kg) didiagnosa terkena periodik paralesis. Yang saya tanyakan, bagaimana cara menyembuhkannya? Apakah ada obat yang aman buat dikonsumsi karena tulangnya sering sakit dan kaku. Istri saya juga menderita maag. Terimakasih dok.
Gazkid Diji, gazkid05@yahoo.com
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, yang perlu dilakukan pertama kali adalah mendeteksi adakah penyakit lain yang menyebabkan paralisis periodik seperti penyakit gondok (misalnya hipertiroid) atau kelainan ginjal (misalnya renal tubular acidosis) dengan pemeriksaan laboratorium khusus.
Pada paralisis periodik sekunder, gejala akan berkurang jika penyakit yang mencetuskannya diobati. Sedangkan paralisis periodik primer disebabkan kelainan bawaan pada kanal ion kalium di otot. Cara pencegahannya adalah dengan menghindari pekerjaan atau olahraga yang berat dan makanan yang mengandung karbohidrat atau gula yang tinggi. Selain itu, obat seperti acetazolamid dapat mencegah atau minimal mengurangi frekuensi serangan.
Bila terjadi serangan kelumpuhan, sebaiknya penderita segera dibawa ke dokter terutama untuk mengobati kalium yang rendah dan mencegah komplikasi seperti gangguan irama jantung atau infeksi paru.
Paralisis periodik dapat sembuh atau tidak bergantung pada jenisnya, tetapi pada paralisis periodik primer atau bawaan, gejala akan berkurang seiring pertambahan usia dan semakin jarang ditemui setelah usia 50 tahun.
Dr. I.H Barnedh
Dokter Spesialis Saraf di Rumah Sakit Puri Indah, Jl. Puri Indah Raya Blok S-2, Kembangan Selatan, Jakarta Barat. Telepon: 25695222. (ir/ir)











































