Dokter, saya ibu 1 anak. Ada muncul di tanganku bintik berwarna coklat, makin lama makin besar (seperti pada foto). Bintik ini muncul sejak saya hamil dan sekarang saya gunakan KB susuk. Apa penyebab bintik coklat ini? Apakah karena pengaruh hormonal karena di tangan kanan pun sudah muncul. Bagaimana mengobatinya atau mencegahnya? Terimakasih.
Helen (Perempuan Menikah, 30 Tahun), helen_riu@yahoo.com
Tinggi Badan 155 cm dan Berat Badan 53 kg
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi beberapa kemungkinan penyakit yang dapat menyerupai lesi pada foto akan dijelaskan berikut ini. Beberapa kelainan yang mungkin tersebut adalah:
1. Keratosis seboroik
Merupakan kelainan kulit yang sering muncul. Kerap disebut sebagai 'kutil tua', karena umumnya lebih sering muncul pada usia tua. Kelainan ini berupa lesi pipih, ukuran bervariasi, bisa muncul dalam jumlah banyak, permukaan agak kasar, berwarna kecoklatan muda sampai kehitaman.
Lebih sering muncul pada lokasi yang banyak terpajan sinar matahari. Faktor turunan juga dikatakan berperan. Walaupun tidak berbahaya, namun sering mengganggu penampilan. Terapi paling sering dilakukan dengan cara dikauter. Bila dilakukan dengan baik, dapat hilang sempurna tanpa bekas.
2. Dermatofibroma
Adalah kelainan yang sering muncul di lengan dan tungkai, berupa benjolan kecil, berwarna kemerahan atau sewarna dengan kulit. Bila kita raba, terasa kenyal. Umumnya muncul akibat trauma minor sebelumnya, misalnya gigitan nyamuk. Kelainan ini jinak, sehingga tak wajib dihilangkan. Bila ingin dihilangkan, terapi paling efektif adalah dengan operasi kecil.
3. Veruka vulgaris
Biasa kita kenal sebagai kutil biasa (common warts), disebabkan oleh Human Papilloma Virus. Karena disebabkan oleh infeksi virus, biasanya bisa bertambah banyak. Dapat diterapi dengan cara kauterisasi ataupun bedah beku dengan nitrogen cair.
4. Keloid
Suatu kelainan kulit yang terjadi akibat pembentukan jaringan parut yang berlebihan. Seringkali didahului oleh suatu luka (berat ataupun ringan), namun juga dapat terjadi spontan. Dapat disertai rasa nyeri atau gatal. Sampai saat ini tidak ada terapi yang sangat memuaskan, karena tidak bisa hilang, hanya dibuat menjadi rata. Cara yang paling sering digunakan adalah dengan injeksi kortikosteroid, namun harus dilakukan berulang kali.
Pengobatan untuk semua di atas akan dilakukan bergantung dari diagnosis yang ditegakkan.
dr. Susie Rendra, SpKK
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin. Praktik di Rumah Sakit Puri Indah Pondok Indah, Jl Puri Indah Raya Blok S-2, Kembangan Selatan, Jakarta Barat. Telepon: 25695222. Serta di RS Pondok Indah Pondok Indah, Jl. Metro Duta Kav UE Pondok Indah, Jakarta. Telepon 021 765 7525. (ver/ver)











































