Dokter saya pernah jalani operasi lithotripsy untuk mengeluarkan batu buli-buli (juga batu ginjal) pada tahun 2002. Pasca operasi, tubuh saya sering mengeluarkan batu kemih bisa 2-3 kali tiap tahun hingga sekarang. Jika saya merasakan ada gejala sakit di ginjal, segera konsumsi obat herba juga jamu bergantian, dengan hasil keluarnya batu kemih tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Januari 2010 keluar batu kemih sebesar biji pepaya (+/- 7 mm) dengan hasil analisa batunya: 25% Kalsium, 60% Oksalat, 15% Magnesium, 0% Amonium-Fosfat-Cystin-Asam Urat. Namun pada Februari 2010 sampai saat ini, ada sakit nyeri di kandung kemih yan saya yakin ada batunya seperti biasa saya rasakan.
Anehnya tidak tampak batu tersebut pada hasil rontgen dan USG abdomen bawah (rontgen BNO dan USG abdomen atas positif batu ginjal: kanan 9 mm, kiri 1 mm).
Dokter mendiagnosa sementara ada penyempitan saluran ureter, sementara saya menduga hal itu karena terhalang batu. Secara samar terlihat pada foto rontgen ada batu yang menempel pada dinding ureter. Untuk kepastiannya dokter menyarankan tindakan foto urethrography agar tampak penyempitan atau penghalang yang ada. Tetapi belum saya laksanakan, karena masih merasakan sakit akibat tindakan pemasangan kateter sebelumnya.
Demikian saya sampaikan keterangan ini. Saya berharap Dokter yang budiman dapat memberikan penjelasan tentang penyakit saya ini? Jika kemungkinannya adalah karena penyempitan, apakah menyebabkan sakit seperti tertusuk-tusuk (nyelekit)? Atau seperti apakah penderitaan orang yang mengalami pembesaran prostat? Terimakasih dok.
Syahril (Pria Menikah, 40 Tahun), syahril.liswar@gmail.com
Tinggi Badan 170 Cm dan Berat Badan 68 Kg
Jawaban
Bapak Syahril sepertinya ada bakat pada ginjal dan saluran kemih untuk terjadinya batu. Memang idealnya dicari penyebab terbentuknya batu (banyak faktor, kadang tidak gampang ditemukan) dan harus konsultasi serta teratur melakukan check up walaupun tidak ada keluhan.
Nyeri kandung kemih dimaksudkan nyeri perut bawah atau nyeri saat berkemih, kemungkinan bisa saja suatu infeksi akibat sempit, batu di ureter distal atau batu di uretra.
Sebaiknya Bapak melakukan diagnostik foto pelvis atau uretrograf. Batu di ginjal juga ada kemungkinan akan turun. Saya anjurkan untuk berkonsultasi secara rutin dengan urolog.
Dr. Y Soni, Sp.U
Dokter Spesialis Bedah Urologi. Praktik di RS PURI INDAH, Jl. Puri Indah Raya Blok S-2, Kembangan Selatan, Jakarta Barat. Telepon: 25695222.
Kenapa Sudah Operasi Masih Sering Keluar Batu Ginjal?
Jumat, 12 Nov 2010 11:06 WIB
Jakarta -











































